korban serangan perancis di suriahDamaskus, LiputanIslam.com –  Pemerintah Suriah mendesak PBB agar turun tangan dalam kasus terbunuhnya lebih dari 120 warga sipil oleh serangan udara di dekat perbatasan Suriah-Turki yang terjadi Selasa lalu (19/7), yaitu sehari setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) menewaskan 20 warga sipil lainnya di kota Manbij, provinsi Aleppo, Suriah utara.

Seperti dilansir RT, Kamis (21/7) Kemlu Suriah melayangkan surat kepada Sekjen PBB dan Presiden Dewan Keamanan PBB .

Damaskus meminta PBB membuka mata di depan kekejaman Perancis, anggota koalisi pimpinan AS, yang telah mengarahkan serangannya terhadap warga desa Toukhan al-Kubra di dekat perbatasan Suriah-Turki dan kota Manbij .

“Agresi zalim Perancis telah merenggut nyawa lebih dari 120 warga sipil yang sebagian besar adalah anak kecil, wanita dan orang tua, serta melukai puluhan warga lainnya yang sebagian diantaranya juga anak-anak dan perempuan. Dikabarkan pula bahwa nasib puluhan warga sipil lainnya yang masih tertimbun reruntuhan juga tidak diketahui, “tulis Kemlu Suriah.

Korban tewas massal di Toukhan Al-Kubra terjadi hanya sehari setelah serangan udara AS menewaskan sekitar 20 orang, terutama perempuan dan anak-anak, sementara banyak warga lainnya luka-luka.

Kemlu Suriah menambahkan, “Pemerintah Republik Arab Suriah mengutuk sekeras-kerasnya dua pembantaian berdarah yang dilakukan oleh pesawat tempur Perancis dan AS dan mereka yang berafiliasi dengan apa yang disebut koalisi internasional dan yang telah mengirim rudal dan bom  untuk menyerang warga sipil, bukan mengarahkannya kepada geng teroris … Suriah juga menegaskan bahwa mereka yang ingin serius memerangi terorisme haruslah berkoordinasi dengan pemerintah dan tentara Suriah.”

Dalam surat itu Kemlu Suriah juga mengecam berlanjutnya dukungan AS, Perancis, Arab Saudi, Inggris dan Qatar terhadap kelompok-kelompok teroris, termasuk Front al-Nusra dan Jaish al-Islam, padahal kelompok-kelompok ini jelas-jelas terhubung dengan kelompok teroris besar ISIS dan al-Qaeda.

Sementara itu AFP melaporkan bahwa koalisi nasional pasukan oposisi Suriah juga meminta penghentian serangan pasukan koalisi internasional ke Suriah menyusul tragedi pembantaian warga sipil tersebut.

Permintaan itu dinyatakan dalam surat Anas Abduh, ketua koalisi nasional tersebut, yang dilayangkan kepada para menteri pertahanan negara-negara anggota internasional.  Dia beralasan bahwa serangan itu harus dihentikan demi menciptakan situasi yang kondusif bagi penyelidikan tragedi tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL