pesawat koalisi di irakNewYork, LiputanIslam.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan udara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan banyak korban tewas dan luka di pihak warga sipil Irak di Ramadi, provinsi Anbar, Irak. PBB meminta supaya peristiwa itu diselediki oleh pemerintah Irak agar pelakunya bertanggungjawab.

Peristiwa itu terjadi Jumat lalu (31/7) di kawasan Ratbah di bagian barat Ramadi, mengakibatkan sedikitnya empat orang tewas dan 85 lainnya luka-luka.

Sebagaimana diberitakan IRNA, PBB dalam beberapa laporannya menyebutkan bahwa dalam peristiwa itu sebanyak tiga lokasi penempatan para pengungsi Irak menjadi sasaran serangan pasukan koalisi, dan banyak anak kecil Irak yang menjadi korban.

Juru Bicara Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stéphane Dujarric dalam konferensi pers Senin (4/8) menyatakan bahwa Utusan Khusus Sekjen PBB di Irak, Yan Kubish, telah mengeluarkan statemen berisikan ungkapan prihatin atas kejadian tersebut dan meminta supaya semua pihak yang terlibat pertempuran di Irak mengindahkan ketentuan internasional terkait hak asasi manusia (HAM).

Menurut Dujarric, dalam statemen itu Kubish meminta pemerintah Irak menyelidiki peristiwa itu untuk kemudian meminta pertanggungjawaban pelakunya, serta menegakkan keadilan terkait segala bentuk pelanggaran HAM. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL