israel serangan udaraGaza, LiputanIslam.com – Sedikitnya enam warga Palestina menderita luka-luka akibat serangan udara Rezim Zionis Israel di beberapa lokasi di Jalur Gaza Jumat (20/6/2014) dini hari waktu setempat.

“Enam warga Palestina, yaitu empat anak kecil dari satu keluarga, kemudian satu pria lanjut usia dan satu perempuan, menderita luka-luka terkena serpihan peluru dalam peristiwa serangan udara rezim pendudukan terhadap sebuah gudang di kawasan al-Zaitun di bagian timur kota Gaza,” ungkap dr. Ashraf al-Qudrah, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, sebagaimana dilaporkan Rai al-Youm.

Dia menambahkan bahwa para korban terkena serpihan peluru ketika sedang tidur di dalam rumah mereka. Mereka segera dilarikan ke Rumah Sakit al-Shifa’, Gaza City, untuk mendapat perawatan.

Sementara itu, sumber keamanan Palestina melaporkan dua rumah warga Palestina rusak terkena serangan udara Israel yang diarahkan terhadap sebuah gudang di dekat pabrik susu di kawasan al-Zaitun.

Sumber keamanan dan para saksi mata mengatakan bahwa jet tempur Israel juga telah menembakkan beberapa roket ke posisi-posisi Brigade al-Qassam, sayap militer Hamas, di kawasan Sheikh Rezwan dan kota Rafah, Jalur Gaza, serta sebuah lokasi latihan Brigade al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina, di kota Khan Yunis. Para saksi mata mengatakan serangan itu tidak menjatuhkan korban manusia, namun menimbulkan kerugian materi.

Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir Israel juga melancarkan operasi serangan dan penangkapan di Tepi Barat dengan dalih mencari tiga warga Israel yang hilang sejak Kamis pekan lalu. Kamis malam kemarin (19/6/2014) mereka menangkap 17 warga Palestina dan menciderai empat orang lainnya.

Para saksi mata mengatakan, tentara Israel melakukan penyisiran di kota Ramallah dan beberapa desa di sekitarnya serta kota Selfit dan Qalqilya. Aksi mereka di beberapa kawasan menimbulkan bentrokan yang menyebabkan empat warga Palestina cidera akibat menghirup gas air mata. Selain itu, 17 warga Palestina juga dicokok oleh tentara Israel.

Israel mengamuk sejak terjadi kasus hilangnya tiga imigran Yahudi pada Kamis pekan lalu. Hingga kini belum ada kelompok Palestina yang menyatakan bertanggungjawab atas kasus ini. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Hamas sebagai pelaku penculikan, namun Hamas sendiri membantahnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL