Kairo, LiputanIslam.com –  Sejumlah pria bersenjata melancarkan serangan hingga menewaskan sedikitnya tujuh warga Kristen Koptik di sebuah bus dekat sebuah biara Koptik di Mesir, Jumat (2/11/2018).

Otoritas Mesir menyebut serangan ini merupakan yang terparah terhadap warga minoritas itu selama lebih dari satu tahun terakhir.

Uskup Agung Minya Anba Makarious mengatakan kepada Reuters  bahwa para penyerang berada di dekat biara Santo Samuel Sang Pengaku di Minya.

Serangan itu terjadi tak jauh tempat kawanan  teror menyerang dan menewaskan 28 orang Kristen dalam peristiwa serupa pada Mei 2017.

“Teroris menembaki sebuah bus wisata dari provinsi Sohag, yang kembali dari biara,” kata uskup agung itu. Dia mengatakan tujuh orang tewas dan 14 luka-luka.

Kantor berita Mesir, MENA, mengutip keterangan sumber keamanan bahwa jumlah korban cedera  tujuh orang dan bus itu mengangkut warga Kristen.

Penduduk setempat mengatakan bus itu bagian dari konvoi.

Kawanan bersenjata yang berafiliasi dengan kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab, sebagaimana dilaporkan kantor berita ISIS, Amaq, Jumat, tanpa memberikan bukti keterlibatannya.

Warga Kristen Koptik menempati 10-15 persen dari total 104 juta penduduk Mesir.

Dalam beberapa tahun terakhir, gereja-gereja Koptik menjadi sasaran beberapa serangan teroris hingga jatuh puluhan korban tewas dan luka.

Pada Mei 2017, serangan teroris menerjang sebuah bus yang mengangkut peziarah Koptik menuju ke biara yang sama hingga menyebabkan 30 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.

Pada 9 April di tahun yang sama, ketika orang Koptik Mesir merayakan Minggu Palma, serangan bom teror di dalam Gereja Mar Girgis di kota Delta Tanta menewaskan 29 orang dan melukai puluhan lainnya.

Beberapa jam kemudian pada hari yang sama di kota Alexandria, seorang teroris meledakkan bom bunuh diri dan menewaskan 17 orang, termasuk tiga polisi.

Pada bulan April 2018, pengadilan militer Alexandria mengeluarkan hukuman mati terhadap 36 orang yang dinyatakan terlibat dalam serangan mematikan di Alexandria dan Tanta.  (mm/cbc/ahram)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*