syria-carbomb-idlib-000_Nic6254992-20131014Homs, LiputanIslam.com – Sekitar 60 orang tewas dan puluhan lainnya cidera akibat serangan teror bom mobil dan mortir kelompok militan bersenjata di kota Homs dan Damaskus, Selasa (29/4/2011).

Di kota Homs sedikitnya 45 orang tewas dan 85 lainnya menderita luka-luka akibat ledakan bom mobil dan roket buatan lokal di sebuah lokasi permukiman yang berada di bawah kendali pasukan pemerintah Suriah (SAA).

“Sebuah bom mobil yang diparkir di distrik al-Zahra di kawasan Abbasiah meledak menewaskan 36 orang serta menciderai 75 lainnya, dan disusul kemudian terjangan roket buatan lokal di tempat yang sama, menewaskan sembilan orang dan melukai 10 lainnya,” tutur Gubernur Provinsi Homs Talal al-Barazi, seperti dikutip AFP.

Al-Barazi menambahkan, jumlah korban tewas bisa jadi akan membengkak karena sebagian korban luka berada dalam kondisi kritis. Menurut al-Barazi, roket menghantam kira-kira setengah jam setelah ledakan pertama di lokasi yang ramai pejalan kaki.

Mengenai peristiwa yang sama, sebuah kelompok yang menamakan dirinya Pengawas Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah dalam sebuah surat elektronik menyebutkan telah terjadi ledakan dua bom mobil di sebuah lokasi permukiman yang mayoritas penduduknya menganut sekte Alawi di kota Homs. Kelompok ini menyebutkan bahwa di kawasan yang sama juga terdengar ledakan ketiga, namun beritanya simpang siur mengenai apakah ledakan ketiga itu berasal dari bom mobil atau hantaman sebuah roket.

Kelompok ini menyatakan 37 warga tewas, di antaranya perempuan dan anak kecil, dan sekitar 80 orang lainnya menderita luka-luka.
Homs adalah kota ketiga terbesar di Suriah dan merupakan salah satu kawasan yang menjadi tempat konsentrasi gerilyawan. Di kota ini mereka masih menguasai beberapa kawasan permukiman yang terkepung sejak dua tahun silam dan terus digempur SAA untuk membebaskannya.

Di Damaskus, 14 orang tewas dan 86 lainnya cidera terkena ledakan peluru mortir yang menerjang gedung sekolah di kawasan permukiman al-Shaghour. Pejabat kepolisian Damaskus menyebutkan bahwa beberapa di antara korban tewas dan luka adalah siswa sekolah yang sedang mengikuti pelajaran di dalam kelas. Menurut pihak kepolisian, al-Shaghour dihantam empat mortir militan, dua di antaranya jatuh di sekolah bernama Badruddin al-Hasani tersebut.

Laporan lain dari lembaga Pengawas HAM Suriah menyebutkan korban tewas akibat serangan tersebut bertambah menjadi 17 orang, sedangkan korban tewas sedikitnya 50 orang, 14 di antaranya kritis. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*