serangan saudi ke yaman4Sanaa, LiputanIslam.com – Memasuki hari ke-25, serangan udara Arab Saudi dan sekutunya dilaporkan kian sengit dan menggila. Alalam melaporkan bahwa di Sanaa, ibu kota Yaman, Senin kemarin (20/4) telah terjadi ledakan terhebat sejak serangan itu dimulai pada 26 Maret lalu.

Sedikitnya 30 orang terbunuh dan sekitar 300 lainnya luka-luka akibat serangan Saudi terbaru yang menimpa dan menghancurkan secara total sebuah perkampungan di kawasan Faj Atan, Sanaa. Satu di antara korban tewas adalah Mohammad Shamsan, wartawan TV al-Yaman al-Youm.

Para korban luka banyak yang sesak dan kesulitan bernafas akibat serangan itu sehingga beberapa saksi mata memastikan bahwa Saudi telah menggunakan senjata terlarang di mata hukum internasional.

Departemen Kesehatan Yaman menyerukan supaya masyarakat mendonorkan darah untuk para korban yang dilarikan ke Rumah Sakit al-Sab’in dan beberapa rumah sakit lain di Sanaa.

Di kota Sa’dah di utara Yaman, jet tempur Saudi kembali menggempur sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum mengakibat dua orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Di pihak lain, tentara Yaman dan pasukan komite revolusi yang terafiliasi dengan gerakan Ansarullah (Houthi) berhasil menguasai kawasan al-Mushajjah, provinsi Ma’rib di bagian tengah Yaman. Di situ mereka membuka jalur akses strategis yang terhubung dengan Sanaa untuk kemudian bergerak maju ke kawasan sekitar kamp militer Kufal yang dikuasai kawanan teroris al-Qaeda.

Juru bicara militer Yaman mengatakan bahwa operasi militernya mereka berhasil mencapai target membuka jalur akses antara Sanaa dan Ma’rib untuk memulihkan pasokan minyak dan gas ke ibu kota.

Di Aden, Yaman Selatan, tentara Yaman dan pasukan Houthi terus menggelar operasi sweeping untuk mengamankan permukiman penduduk dan jalan-jalan. Sejumlah militan takfiri dilaporkan tewas akibat operasi tersebut.

Satu Tentara Saudi Tewas

Laporan lain dari Sky News menyebutkan satu lagi tentara Saudi tewas dan beberapa lainnya lula-luka dalam kontak senjata pasukan penjaga perbatasan Saudi dengan pasukan Houthi di provinsi Najran.

Menurut Sky News, pasukan Houthi berusaha menguasai perbatasan di provinsi tersebut.

Bersamaan dengan ini, warga Saudi suku-suku Najran yang berdarah Yaman menolak anak-anak mudanya dilibatkan di perbatasan untuk membantu tentara Saudi.

Sumber-sumber suku setempat menyatakan bahwa dalam sebuah pertemuan dengan masyarakat adat setempat para pejabat Saudi telah menawarkan gaji sebesar 2,000 riyal Saudi bagi pemuda yang siap menjadi “pasukan bayaran” rezim Riyadh untuk membantu pasukan Saudi melawan pasukan Houthi di perbatasan, namun para tokoh suku itu menolak tawaran itu. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL