serangan saudi ke yaman4Sanaa, LiputanIslam.com – Pasukan udara Arab Saudi kembali menghajar Sanaa, ibu kota Yaman, hingga banyak jatuh korban tewas dan luka pada Rabu (27/5). Laman berita alYemen al-Youm melaporkan serangan udara terbaru Saudi ke Sanaa telah menerjang sebuah markas kepolisian pusat Yaman yang terletak di lokasi yang padat penduduk dan warga yang lalu lalang sehingga korban tewas mencapai sedikitnya 100 orang, sementara korban luka sekitar 300 orang.

Sumber rumah sakit Yaman mengatakan jumlah korban meninggal bisa jadi akan bertambah karena sebagian korban luka berada dalam kondisi kritis.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yaman “Rumah Kebebasan” merilis data terbarunya yang mencatat tak kurang dari 4021 orang meninggal dunia dan 7017 lainnya luka-luka akibat serangan Saudi dan sekutunya ke Yaman sejak 26 Maret lalu.
Secara lebih detail LSM ini menyebutkan bahwa di antara korban tewas terdapat 576 anak kecil dan 261 orang perempuan dewasa, sedangkan di antara korban luka terdapat 1121 anak kecil di bawah usia 15 tahun.

Data korban perang Yaman yang didapat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tak sebesar data LSM Yaman tersebut. Dalam laporan terbarunya yang dirilis Rabu kemarin dan dilansir Associated Press, WHO menyebutkan korban tewas berjumlah sedikitnya 2000 orang selama dua bulan serangan udara Saudi dan sekutunya ke Yaman, sementara korban luka sekitar 8000 orang.

Menurut lembaga yang bernaung di bawah PBB ini, korban sipil sedikitnya 1037 orang, termasuk 130 perempuan dan 234 anak kecil.
Dirjen WHO Margaret Chan mengatakan di antara para korban tewas juga terdapat beberapa keluarga yang semuanya anggotanya terbunuh akibat serangan udara sekutu, satu keluarga di antaranya berjumlah 13 orang yang semuanya terbunuh dan hanya tersisa seorang nenek usia 65 tahun dan tiga orang cucunya.

Chan juga mengatakan bahwa bahan bakar, air bersih dan perlengkapan medis sangat langka di Yaman, banyak instansi kedokteran dan kesehatan musnah, dan sebanyak 7,5 juta penduduk sangat memerlukan bantuan dan fasilitas kesehatan.
Lembaga kemanusiaan internasional Oxfam sebelumnya mengatakan sebanyak 16 juta penduduk Yaman tak dapat menjangkau air bersih, dan sebanyak 500,0000 orang mengungsi.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di hari yang sama mengingatkan bahwa tragedi besar kemanusiaan akan terjadi di Yaman di jika pasukan koalisi pimpinan Saudi tidak memperkenankan penyaluran dan distribusi bantuan bahan makanan, obat-obatan dan bahan bakar ke Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL