sinai mesirKairo, LiputanIslam.com – Dua serangan telak menerjang tentara Mesir di Semenanjung Sinai Jumat kemarin (24/10), mengakibatkan sedikitnya 31 tentara negara ini tewas. Demikian dinyatakan oleh para pejabat keamanan dan beberapa media negara ini, sebagaimana dilaporkan The New York Times.

Serangan pertama terjadi di sebuah lokasi dekat kota Sheikh Zuwaid pada dini hari pukul 02.00 waktu setempat, menewaskan sedikitnya 28 tentara dan melukai minimal 28 orang lainnya.

Target serangan adalah pos militer Karm al-Qawadis. Menurut warga setempat, di pos itu tentara biasanya menempatkan enam kendaraan lapis baja dan dua tank serta mendirikan satu tenda.

Serangan dilakukan dengan dua tahap. Pertama militan meledakkan bom mobil yang menewaskan 17 tentara. Kemudian, ketika tentara berdatangan ke tempat kejadian, tiba-tiba beberapa pria bersenjata datang berjalan kaki dan sebagian lainnya berada di atas mobil bak terbuka sambil melepaskan tembakan hingga menewaskan 10 tentara Mesir lainnya.

Serangan ini tak pelak menjadi serangan yang paling mematikan terhadap tentara Mesir dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi pukulan paling telak bagi militer Mesir dalam konfliknya dengan kaum militan Semenanjung Sinai pasca peristiwa kudeta militer terhadap Presiden Mohamed Morsi yang berasal dari organisasi Ikhwanul Muslimin pada Juli 2013.

Pejabat Sinai mengatakan kepada Associted Press bahwa para militan itu menggunakan granad berpeluncur roket dan beberapa jenis senjata lainnya.

Sedangkan serangan kedua terjadi beberapa jam kemudian di sebuah kawasan dekat kota el-Arish yang terletak tidak jauh dari perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza. Beberapa pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah pos militer mengakibatkan tiga tentara tewas.
Hingga kini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggungjawab atas dua serangan tersebut.

Menurut laporan PressTV, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi segera menggelar rapat darurat Dewan Pertahanan Nasional untuk membahas gelombang kekerasan baru di Sinai. Dia juga mengumumkan tiga hari berkabung di Mesir.

Dewan ini mengumumkan pemberlakukan kondisi darurat selama tiga bulan untuk wilayah selatan dan tengah Semenanjung Sinai.
Semenanjung Sinai selama ini menjadi tempat yang aman dan basis bagi para militan bersenjata, dan sudah berulang kali mereka di sana melancarkan serangan mematikan terhadap tentara dan aparat keamanan Mesir.

Kelompok Ansar Bait al-Maqdis dan kelompok-kelompok militan yang terafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaeda bisa menyatakan bertanggungjawab atas serangan-serangan di kawasan yang rawan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL