Kabul, LiputanIslam.com –  Serangan bom bunuh diri mematikan dari kelompok radikal Taliban menerjang sebuah pangkalan militer di kota Mazar- Sharif, Afhanistan utara,  Jumat (21/4/2017), mengakibatkan lebih dari 50 tentara Korps 209 Afghanistan tewas.

Penyerang berhasil melancarkan serangan hebat setelah menyamar sebagai tentara lalu memuntahkan peluru secara membabi buta sebelum kemudian meledakkan bom yang melekat di tubuhnya.

Komandan Korps 209 di Provinsi Balkh, Zulmay Wesa, menjelaskan bahwa sekelompok penyerang bom bunuh diri awalnya menembak dua kendaraan tentara nasional Afghanistan, lalu mengatur siasat untuk menerobos gerbang keamanan pertama dengan cara menyamar sebagai personil tentara, Jumat pagi.

Di gerbang kedua mereka berhenti dan satu di antara meledakkan diri, sedangkan sisanya menyusup ke pangkalan menuju masjid dan menembaki tentara yang sedang beribadah di dalamnya.

“Setelah sholat, kami keluar dan melihat sebuah kendaraan tentara dengan tiga sampai lima orang di dalamnya. Mereka keluar kendaraan dan melepaskan tembakan dengan senapan Kalashnikov,” kata seorang penjaga pos.

AS menyatakan ada beberapa tentaranya di pangkalan militer Mazar-i-Sharif , tapi tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban di antara mereka.

Komandan AS di Afghanistan, John Nicholson, mengatakan, “Serangan terhadap Korps 209 hari ini menunjukkan sifat barbar Taliban. Mereka membunuh tentara saat  menunaikan sholat di sebuah masjid dan membunuh yang lainnya di tempat makan.”

Peristiwa ini tercatat sebagai serangan Taliban paling mematikan sejak Juli 2016, yaitu ketika dua serangan bom bunuh diri menewaskan lebih dari 80 orang pemrotes Hazara.

Mazar-i-Sharif merupakan salah satu kota teraman di Afghanistan dan menjadi rumah bagi fasilitas militer Afghanistan yang juga menampung sejumlah tentara asing. (mm/guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL