yaman Ismail Ould Cheikh AhmedSanaa, LiputanIslam.com – Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman, Ismail Ould Cheikh Ahmed, mengatakan bahwa krisis Yaman tidak akan dapat diselesaikan kecuali melalui jalur dialog. Kabar lain menyebutkan serangan Saudi ke Yaman masih berlanjut meskipun gencatan senjata untuk jangka waktu lima hari sudah diumumkan pada Selasa malam Selasa (12/5)..

Hal ini dia katakan dalam wawancara dengan kantor berita Yaman, Saba, sesaat setelah tiba di Sanaa, ibu kota Yaman,

Mengenai kedatangannya ke Yaman, diplomat asal Mauritania itu menuturkan, “Dalam kunjungan ini akan dibahas tema gencatan senjata sementara dan perundingan antarkelompok Yaman untuk mendapat solusi politik.”

Dia menambahkan, “Gencatan senjata harus tanpa syarat supaya PBB dapat menyalurkan bantuannya kepada semua orang Yaman dan semua kawasan dari utara hingga ke selatan dan dari timur hingga barat.”

Menurutnya, beberapa tim dari Unicef, WHO dan beberapa lembaga penyalur bantuan internasional akan segera tiba di Sana.
Utusan baru PBB untuk Yaman ini tiba di Yaman beberapa jam sebelum gencatan senjata Arab Saudi dan sekutunya dengan tentara Yaman dan milisi Ansarullah mulai diterapkan pada pukul 23.00 waktu Yaman.

Serangan Saudi Masih Berlanjut!

Arab Saudi dan sekutunya ternyata masih melanjutkan serangan udaranya ke Yaman meskipun gencatan senjata untuk jangka waktu lima hari demi kemanusiaan sudah diumumkan berlaku mulai Selasa malam pukul 23.00 waktu Yaman.

TV al-Mayadeen Rabu (13/5) melaporkan bahwa hanya satu jam setelah jam yang sudah ditentukan itu jet tempur Saudi kembali melancarkan serangan udara sebanyak empat kali ke kawasan Saadah dan al-Hajjah.

Seperti diketahui Saudi dan sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu dengan dalih demi memulihkan pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansur Hadi yang tersingkir akibat revolusi rakyat Yaman yang dimotori oleh gerakan Ansarullah (Houthi). Selasa malam juru bicara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi Brigjen Ahmad al-Asssiri mengumumkan gencatan senjata lima hari demi penyaluran bantuan kemanusiaan setelah serangan itu memasuki minggu ketujuh.

Saat itu dia juga mengatakan bahwa gencatan senjata itu lima hari tersebut masih dapat diperpanjang, tapi dia juga mengingatkan bahwa serangan udara koalisi akan dilancarkan lagi jika ada pelanggaran dari pihak lawan di Yaman.

Saudi juga sudah pernah mengumumkan penghentian serangan ke Yaman pada 21 April lalu, namun kurang dari 12 jam setelah pengumuman itu pasukan udara koalisi ternyata masih melanjutkan serangan tanpa hentinya ke negara Arab termiskin itu sampai sekarang.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL