yaman riad yassinRiyadh, LiputanIslam.com – Menteri luar negeri pemerintahan pengasingan Yaman, Riadh Yassin, menyatakan Arab Saudi akan terus menggempur kota-kota Yaman, meskipun pasukan Ansarallah (Houthi) dan pasukan pendukung mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh hingga pertengahan November ini mundur dari kota-kota Yaman.

Menurut laporan al-Yamani al-Youm, Rabu (4/11),hal itu dinyatakan Riyadh Yassin meskipun Menteri Luar Negeri Saudi sendiri Sabtu lalu menyatakan operasi militer pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi tak lama lagi akan berakhir karena Ansarallah menyatakan kesiapannya menghadiri perundingan damai.

Yassin mengatakan, “Sebagai bentuk komitmen kami kepada masyarakat internasional dan demi menghormati Sekjen PBB Ban Ki-moon kami akan menghadiri perundingan ini.”

Dia memperkirakan Ansarullah tidak akan menghadiri perundingan Jenewa babak kedua, atau kalaupun hadir maka akan datang terlambat.

Pada perundingan Jenewa babak pertama delegasi Ansarullah memang datang terlambat, tapi Yassin rupanya mengabaikan faktor keterlambatan yang tak lain adalah sabotase pihak Saudi pada jalur penerbangan delegasi Ansarallah.

Yassin menambahkan bahwa hingga kini susunan delegasi pemerintahan pengasingan Yaman untuk perundingan itu masih belum jelas, sementara presiden pengasingan Mansour Hadi bersikukuh supaya resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 2216 diterapkan.

Saudi selama ini diperkirakan telah menghamburkan dana lebih dari 50 milyar US dolar untuk membiaya agresinya ke Yaman dengan dalih memenuhi permintaan pemerintahan Mansour Hadi yang tersingkir oleh Ansarallah. Saudi bersumpah untuk mengalahkan Ansarullah dan sekutunya di Yaman, namun sekarang Saudi kesulitan untuk terus bertahan pada aksinya itu akibat terpuruknya harga minyak dan meningkat biaya perang di masa-masa selanjutnya.

Di sisi lain, banyak pendukung Mansour Hadi akhirnya meninggalkan Hadi dan beralih menjadi pendukung perdana menterinya, Khaled Bahah.

Agresi Saudi dan sekutunya ke Yaman sejak Maret lalu sampai sekarang telah menjatuhkan korban tewas lebih dari 7000 orang dan korban luka sekitar 15000 orang yang sebagian besar adalah warga sipil, serta menghancurkan lebih dari 80 persen fasilitas infrastruktur Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL