militan suriahDamaskus, LiputanIslam.com – Sebanyak 38 anggota kelompok teroris takfiri ISIS dilaporkan tewas diterjang operasi khusus tentara Suriah di kawasan sekitar Latakia. Bersamaan dengan ini Perancis juga dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap ISIS di Suriah, namun mendapat kecaman dari Rusia.

“Dalam operasi khusus yang dimulai siang hari ini oleh tentara Suriah dengan bantuan pasukan rakyat di pinggiran Latakia banyak posisi dan jalur kontak antara ISIS dan Jabhah al-Nusra di desa-desa Raudhah dan Marij hancur,” ungkap seorang petinggi militer Suriah, Minggu (27/9), seperti lansir SANA.

Dia menambahkan bahwa selain sedikitnya 38 teroris terbunuh, banyak pula senjata dan amunisi mereka yang diselundupkan dari wilayah perbatasan hancur diserang pasukan Suriah.

“Sebagian besar teroris yang terbunuh adalah warga negara Cechnya,” katanya.

Tentara Suriah juga telah menghancurkan satu unit senjata artileri berat milik teroris di kota Hamidiya di barat laut Quneitera dengan rudal pemburu jejak serta menewaskan beberapa teroris.

Laporan lain dari al-Mayadeen mengutip pernyataan Presiden Perancis Francois Hollande bahwa beberapa jet tempur negara ini telah menggempur sebuah lokasi pelatihan ISIS di kota Deir al-Zor.

IRNA melaporkan bahwa serangan Perancis itu mendapat kecaman dari Rusia karena dilakukan tanpa izin dari pemerintah Suriah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam statemennya yang beredar di jejaring sosial Facebook menegaskan,

“Serangan Perancis terhadap posisi-posisi ISIS tanpa seizin Dewan Keamanan PBB dan kesepakatan pemerintahan yang sah di Suriah merupakan tindakan yang menyalahi hukum internasional.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL