Iraqi-soldiersBaghdad, LiputanIslam.com – Sebanyak lebih dari 50 militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS), beberapa di antaranya berstatus komandan, tewas dan beberapa kendaraan mereka hancur diserang pasukan Badan Anti Teror Irak di Mosul Senin (30/7/2014) sore waktu setempat.

“Pasukan Badan Anti Teror berkordinasi dengan angkatan udara sore hari tadi (Senin 30 Juni) telah melancarkan operasi militer di sisi kiri kota Mosul, mengakibat kehancuran pada kamp militer ISIS serta tewasnya 50-an orang militan ISIS, satu di antaranya petinggi mereka yang dijuluki Aiman al-Afghani, serta hangusnya sejumlah besar kendaraan mereka,” ujar Juru Bicara Badan Anti Teror Irak, Sabah al-Numani, sebagaimana dilansir al-Sumaria.

Di provinsi Babil, sebuah sumber kepolisian setempat Selasa (1/7/2014) mengumumkan banyak anggota ISIS tewas dan sebagian lainnya kabur dalam pertempuran sengit dengan pasukan Irak di sekitar kota Jurf al-Sakhar, 60 km barat daya Baghdad, Senin (30/6/2014).

“Pasukan keamanan sore kemarin (Senin 30 Juni) telah melancarkan serangan di kawasan sekitar Jurf al-Sakhar, bagian utara provinsi Babil, dari dua arah. Satu di kawasan antara Sanidih dan Jurf, dan yang lain di kawasan al-Fadilia. Pasukan keamanan terlibat kontak senjata dengan ISIS di kawasan-kawasan itu, mengakibat banyak korban tewas di pihak kelompok tersebut dan sebagian lainnya melarikan diri,” ungkap sumber yang enggan disebutkan identitasnya tersebut.

Di kota Samarra, sebanyak hampir 1,000 personil Brigade al-Salam yang terafiliasi dengan kelompok Moqtada Sadr dilaporkan telah tiba untuk menjaga makam dua imam Syiah. Selain itu menjaga makam, mereka juga disiagakan di sekitar kota Samarra.

“Sebanyak hampir seribu personil pasukan Brigade al-Salam telah tiba di Samarra pada hari Selasa (1/7/2014) untuk menjaga makam dua imam dari segala bentuk serangan teror. Mereka adalah para petempur yang didukung berbagai jenis senjata berat, sedang, dan ringan,” ujar al-Tamimi, komandan pasukan tersebut.

Dia menambahkan, “Pasukan ini bertugas menjaga semua tempat suci dan bahkan keamanan sekitar kota Samarra sejarak lebih dari 10 kilometer.”

Pagi sebelumnya, empat peluru mortir yang ditembakkan oleh militan bersenjata dari tempat tersembunyi jatuh di sebuah lokasi dekat komplek makam imam Syiah, mengakibatkan satu warga tewas dan sekitar 23 lainnya cidera. Polisi Irak segera melakukan penyisiran lokasi sekitar untuk memburu pelaku penembakan. Disebutkan bahwa empat peluru itu ditembakkan dari tiga arah.

Tanggal 21 Juni lalu kelompok Moqtada Sadr unjuk kekuataan secara mencengangkan. Ribuan personil bersenjata kelompok ini menggelar para di Baghdad dan beberapa kota lain di sejumlah provinsi Irak sambil mendeklarasikan “Brigade al-Salam” untuk menjaga semua tempat suci semua kelompok agama Irak. Beberapa media menyebutkan bahwa jumlah personil brigade itu mencapai puluhan ribu. Brigade itu dibentuk seminggu setelah pemimpin kelompok itu, Sayyid Moqtada Sadr, menyerukan pembetukannya.

Dalam pesannya, ulama muda Irak itu meminta semua personil berhati-hati agar tidak terjerumus pada isu-isu sektarian. Dia menginstruksikan supaya peta Irak dipasang di pakaian dan lain-lain dan jangan sampai menunjukkan simbol-simbol kelompok Sadr karena gerakan itu semata-mata demi Irak. Dia bahkan mengancam akan memecat dan menghukumkan anggotanya yang melibatkan diri dalam isu-isu sektarian. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL