Teheran, LiputanIslam.com –  Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Samkhani menyatakan bahwa serangan kelompok ekstrem terhadap Kedubes Iran untuk Inggris di London merupakan satu bentuk persembahan Inggris kepada Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (Mbs) karena dia telah belanja senjata senilai miliaran USD dari Inggris.

Di sela kunjungan ke Universitas Teknologi Sharif, Teheran, Senin 912/3//2018, Samkhani kepada wartawan menjelaskan bahwa polisi dan otoritas Inggris terlihat pasif dalam kasus serangan yang terjadi pekan lalu itu karena pemerintah Inggris memang sudah merencanakan “permainan ping pong” ini ketika MbS berkunjung ke London.

Dia memastikan bahwa kasus ini merupakan layanan pemerintah Inggris kepada MbS karena telah memborong senjata senilai miliaran USD secara “memalukan.”

Menanggapi pernyataan miring MbS mengenai Iran dan Poros Resistensi, dia mengatakan, “Dalam logika  dan kesusasteraan politik di kawasan kita, Rezim Zionis dan Amerika Serikat (AS) yang telah memerangi Irak dan Afghanistan adalah penjahat penebar terorisme di kawasan…. Presiden AS sebelumnya (Barack Obama) berusaha menghapus kata ‘penjahat’ yang melekat pada Rezim Zionis dan menghidupkan terorisme di kawasan.”

Menurutnya, MbS berkelit dari tanggungjawabnya atas berbagai persoalan regional dan kemudian mengkambing hitamkan Iran.

“Kesalahan ini bersumber pada kebodohan dan minimnya akal,” imbuhnya.

Samkhani menyayangkan pemerintah Saudi karena selama kehidupan politiknya gigih menggerakkan dan menghidupan kelompok-kelompok takfiri dan menciptakan “garis-garis darah” di dunia Islam.

Jumat pekan lalu Kemlu Iran menyatakan bahwa sejumlah orang telah memanjat dinding Kedubes Iran di London kemudian menurunkan bendera Iran, sementara polisi Inggris tidak melakukan tindakan apapun untuk melindungi kompleks tersebut selama aksi itu berlangsung.

Mereka kemudian ditangkap oleh aparat keamanan Inggris, dan pemerintah Iran mendesak supaya mereka diproses secara hukum.

Para pelaku berasal dari jamaah ekstremis Syiah Sadeq Shirazi. Mereka beraksi bukan hanya dengan mengutuk pemerintah Iran, melainkan juga menghujat Khulafa Rasyidin dan istri Rasulullah SAW, Sayyidah Aisyah RA.

Mereka menentang persatuan Islam sehingga memusuhi pemerintahan Iran, terutama figur Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang memperjuangkan persatuan Islam. (mm/alalam)

(mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*