3.	Misil Israel ditembakkan ke arah desa kecil bernama Nusseirat, menimpa sebuah rumah dan seketika menewaskan bocah 4 tahun, Riham Al-Nabateen.  Jasad Riham sedang dibawa keluarga menuju pemakaman. Ayahnya pingsan dan digotong oleh orang-orang di sekelilingnyaNablus, LiputanIslam.com – Sedikitnya 35 warga Palestina cidera akibat serangan tentara Israel di sebuah desa di wilayah pendudukan Tepi Barat Sungai Jordan, Senin (21/4/2014).

Mengutip keterangan sumber-sumber lokal, kantor berita Palestina Ma’an melaporkan bahwa bentrokan terjadi di desa Awarta, timur laut kota Nablus, tak lama setelah beberapa kendaraan militer memasuki desa tersebut.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa tentara Israel antara lain menembaki para pengunjuk rasa Palestina dengan peluru gas air mata dan granat kejut, mengakibatkan lebih dari 10 warga Palestina, tiga di antaranya anak kecil dan satu perempuan, menderita luka dan dilarikan ke rumah sakit Nablus untuk mendapat perawatan.

14 April lalu satu warga Palestina meninggal dunia akibat menghirup gas air mata yang ditembakkan tentara Israel terhadap kamp pengungsi Palestina di kota Bethlehem.

Serangan terbaru pasukan Israel terjadi setelah Amnesti Internasional menyatakan prihatin atas tindakan Israel menempuh tindakan berlebihan dan mematikan terhadap warga Palestina. Dalam suratnya kepada Kementerian Informasi Palestina Amnesti Internasional mnyatakan pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk menuntut rezim Israel, termasuk para pemimpin dan pasukannya, untuk kemudian diproses ke forum internasional.

Amnesti Internasional juga meminta kepada institusi-institusi Palestina supaya menyerahkan data-data mengenai kejahatan Israel. Organisasi peduli hak asasi manusia (HAM) ini juga menyatakan bahwa pengumpulan bukti masih terus dilakukan menyangkit aksi pembunuhan yang dilakukan Israel di Tepi Barat.

Menurut berbagai kelompok HAM Palestina, belasan warga Palestina tewas di tangan tentara Israel sejak semester pertama tahun 2013. Selain itu, lebih dari 1,800 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak kecil juga ditangkap tentara Israel selama periode tersebut.

Di bagian lain, sekelompok pemukim Israel telah menebangi lebih dari 100 pohon zaitun milik para petani Palestina desa Ras Karkar di barat laut kota Ramallah, Tepi Barat, Senin (21/4/2014).

Di desa itu hasil panen zaitun merupakan sumber mata pencarian utama penduduk. Warga setempat mengatakan tak jarang pemukim Zionis Israel menyerang properti warga Palestina hingga mempengaruhi kesejahteraan hidup mereka.

“Zaitun dan minyak yang kita buat dari pohon-pohon ini merupakan satu-satunya sumber pendapatan. Kami hidup dari tanah ini. Para pemukim Yahudi mencemarkan air, melarang kami menjangkau mata air, dan mereka juga menebangi pepohonan milik kami,” ujar petani Palestina Ali Azmi Samhan. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL