Violence in IraqBaghdad, LiputanIslam.com – Nyawa manusia masih terlihat sangat murah di Irak akibat berlanjutnya gelombang aksi teror dan kekerasan. Dalam beberapa insiden kekerasan terbaru, lebih dari 60 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya cidera akibat ledakan bom di beberapa kota.

Di Mosul, bagian utara Irak, dua bom mobil meledak Rabu (28/5) mengakibatkan 20-an orang tewas, beberapa di antaranya tentara dan staf medis.

Masih di utara Irak, serangan bom juga mengguncang kota Tuz Khurmatu, menewaskan lima warga, empat di antaranya adalah anggota satu keluarga.

Baghdad, ibu kota Irak, juga diterjang serangan serupa di wilayah Kadhimiyah yang mayoritas penduduknya bermazhab Syiah. Serangan ini menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 50 lainnya.

Beberapa kawasan lain di Irak juga dihantam serangan teror yang menyebabkan beberapa orang tewas dan luka.

Dalam beberapa tahun terakhir ini gelombang kekerasan di Irak meningkat. Sepanjang April lalu saja, menurut data resmi, lebih dari 1,000 orang tewas dan sekitar 1,400 lainnya cidera. Para korban umumnya adalah warga sipil.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah korban tewas akibat kekerasan yang terjadi sepanjang tahun 2013 mencapai hampir 9,000 orang.

Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki beberapa kali menuduh Arab Saudi dan Qatar mensponsori aksi teror yang dilancarkan oleh militan takfiri untuk mengacaukan keamanan Irak. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL