Houthi fighters ride a military truck outside the Presidential Palace in SanaaSanaa, LiputanIslam.com –  Milisi Ansarullah (Houthi) terdesak keluar dari distrik al-Dhale, sementara pihak lawan yang merupakan kelompok separatis Yaman selatan terus bergerak maju dan menguasai berbagai titik lokasi di distrik ini. Demikian dikatakan oleh penduduk setempat, sebagaimana dilaporkan Reuters, Selasa (26/5).

Penduduk mengatakan ini merupakan pertama kalinya milisi Ansarullah terdesak hebat dalam pertempuran di Yaman selama beberapa bulan terakhir.

Sebelum dikuasai Ansarullah, berbagai kawasan penting di distrik tersebut tercatat sebagai markas kelompok bersenjata separatis Yaman selatan, dan kelompok ini akhirnya berhasil menguasai sebuah pangkalan militer penting dan pusat administrasi keamanan al-Dhale.

Disebutkan bahwa dalam pertempuran yang terjadi selama dua hari terakhir sebanyak 40 anggota Ansarullah dan 12 separatis Yaman selatan terbunuh.

Para saksi mata mengatakan bahwa dalam pertempuran itu kelompok separatis dibantu oleh pasukan udara koalisi Arab pimpinan Arab Saudi.

Di bagian lain, menurut laporan al-Mayadeen, tentara Yaman, komite rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah dan kelompok-kelompok pasukan adat Yaman terus melancarkan serangan intensif dan berhasil mendesak mundur pasukan Saudi hingga sejauh 20 kilometer dari garis perbatasan kedua negara

Dalam pertempuran yang berlangsung antara kedua belah pihak di perbatasan, beberapa tentara Saudi terbunuh dan beberapa lainnya cidera.

Menyusul peristiwa ini, angkatan bersenjata Saudi menginstruksikan penambahan pasukan dan peralatan tempur di wilayah perbatasan.
Sementara itu, sebuah rumah di kawasan al-Ashah, provinsi Amran, digempur oleh pasukan udara Saudi mengakibatkan beberapa orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Kawasan Wadi Haradh, provinsi Hajjah, juga dibombardir oleh pasukan udara Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL