Damaskus, LiputanIslam.com –  Menlu Suriah Faisal Mekdad menyatakan bahwa serangan senjata kimia yang menewaskan sedikitnya 100 orang dan melukai 200 orang lainnya di Idlib, Suriah, bukan dilakukan oleh tentara negara ini, melainkan oleh para teroris, dan sebelum tragedi ini terjadi pemerintah Suriah sudah mengingatkan soal ini.

“Beberapa pekan lalu Damaskus sudah memberikan informasi kepada Organisasi Larangan Senjata Kimia (Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPWC) mengenai bahwa kelompok teroris Jabhat al-Nusra telah mendatangkan bahan kimia ke Suriah untuk melancarkan serangan kimia,” ungkap Mekdad, Selasa (4/4/2017).

Dia kemudian menyebutkan nama negara-negara pendukung terorisme. “Serangan (kimia) dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata, dan pihak yang memerintahkan kepada mereka ada di Inggris, Perancis, Turki dan Arab Saudi,” tegasnya.

Dia memastikan tentara Suriah tidak memiliki senjata kimia dan tidak ingin pula menggunakannya.

“Damaskus konsisten pada janjinya kepada OPWC dan organisasi inipun mengakui hal ini,” imbuhnya.

Menurut Mekdad, serangan kimia dilakukan karena tentara Suriah terus mencetak kemenangan dalam perang di berbagai tempat, termasuk kawasan sekitar Damaskus dan Hama.  Karena itu, dia menyerukan kepada khalayak dunia supaya menghukum keras para pelaku kejahatan perang ini.

Staf gabungan angkatan bersenjata Suriah juga merils statemen kecaman terhadap penggunaan senjata kimia.

Sebelumnya, sumber militer Suriah, Selasa (4/4/2017), membantah tuduhan kubu oposisi bahwa tentara menggunakan bom kimia dalam serangan ke kota Khan Shekhoun.

“Klaim-klaim yang dilontarkan para teroris ini sama sekali tidak benar. Tentara Suriah sama sekali tidak pernah dan tidak akan pernah menggunakan senjata kimia dalam serangan pertahanan,” katanya.

Sebelumnya di hari yang sama, sumber-sumber yang terhubung dengan para teroris dan oposisi Suriah menyatakan beberapa jet tempur yang tak jelas identitasnya telah menyerang kota Khan Shekhoun, provinsi Idlib, dengan rudal-rudal yang mengandung gas kimia yang mirip dengan gas sarin.

Mereka kemudian mengklaim jet-jet tempur penyerang itu milik tentara Suriah dan Rusia. Mereka juga melaporkan bahwa serangan itu menewaskan sedikitnya 100 orang dan melukai 200 orang lainnya.

Kubu opisisi mendesak negara-negara sekutunya agar melakukan penyelidikan terkait serangan ini.

Beberapa sumber lain mengatakan bahwa peristiwa mematikan itu terjadi akibat ledakan gudang bom kimia milik kawanan teroris.

Idlib dewasa ini menjadi markas utama kelompok-kelompok teroris dan kawanan bersenjata oposisi, dan banyak kawanan teroris yang kalah perang di berbagai kota dan daerah lain dipindah ke provinsi ini sesuai perjanjian dengan pemerintah.  (mm/almayadeen/skynews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL