Bashar al-Assad

Washington, LiputanIslam.com –  Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham menyatakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan menerbangkan lagi jet tempur dari pangkalan udara Shayrat menunjukkan bahwa dia tidak merasa menderita meskipun  pangkalan ini sudah mendapat serangan rudal dari AS.

“Saya kira dengan menerbangkan lagi pesawat dari pangkalan ini al-Assad mengatakan kepada Trump; ‘Go to hell’”, ujar Graham dalam wawancara dengan NBC, Senin (10/4/2017).

Dia juga mengatakan, “Saya kira al-Assad telah melakukan kesalahan fatal, karena jika Anda bermusuhan dengan AS dan tidak mementingkan apa yang dapat dilakukan Trump setiap saat terhadap Anda maka Anda gila.”

Sementara itu, beberapa laporan media menyebutkan terjadinya pergerakan militer AS di bagian selatan Yordania di kawasan perbatasan negara ini dengan Suriah.

26 Maret lalu kapal pengangkut Liberty Passion milik AS meninggalkan pelabuhan Livorno, Italia,  yang merupakan salah satu pelabuhan terpenting yang digunakan oleh armada ke-6 AS untuk mengangkut perlengkapan militer dan pembekalan pasukan AS yang ditugaskan di berbagai kawasan konflik.

Pelabuhan Livorno juga dekat dengan Camp Darby,  salah satu komplek arsenal terbesar AS yang terdiri atas puluhan gudang amunisi strategis di kawasan Laut Mediteranian.  Dari pelabuhan ini pula marinir AS pernah bertolak dan terlibat dalam serangan ke Libya pada tahun 2011.

Seperti diketahui, Jumat dini hari pekan lalu, dua kapal perang AS menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke pangkalan udara Shayrat di tenggara Homs, Suriah, dengan dalih Trump bahwa pangkalan ini digunakan oleh tentara Suriah untuk melancarkan serangan bom kimia di Khan Shekhoun, Idlib, yang menewaskan sekira 100 orang dan melukai 500 lainnya pada 4 April lalu.

Namun demikian, sehari setelah serangan Tomahawk tersebut pangkalan Shayrat ternyata masih relatif utuh sehingga dapat digunakan lagi oleh tentara Suriah untuk menerbangkan jet tempurnya dalam operasi militer melawan teroris.

Graham yang merupakan salah satu senator pendukung keputusan Trump menyerang Shayrat menyerukan pengiriman 6000 pasukan tambahan AS ke Suriah, tapi dia menekankan bahwa langkah ini haruslah dalam rangka “mempercepat operasi penumpasan ISIS, bukan untuk menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.” (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL