bom homs suriah

Foto: Aparat keamanan Suriah memeriksa tempat lokasi kejadian ledakan bom mobil yang menerjang gedung sekolah dasar di Homs, 1 Septemper 2014. (AFP/HO/SANA)

Homs, LiputanIslam.com – Aksi para teroris di Suriah kali ini sangat biadab dan tak pandang bulu dalam mencari korban. Sebanyak 48 orang, 41 di antaranya anak kecil, tewas akibat serangan teror dua bom mobil yang diledakkan di dekat gedung sekolah dasar (SD) di pusat kota Homs, Suriah, Rabu sore (1/10).

Sebagaimana dilansir Middle East Eye (MEE), dua bom mobil itu diledakkan ketika para siswa mulai keluar dari kelas dan akan pulang usai mengikuti pelajaran sekolah yang terletak di kawasan yang mayoritas penduduknya adalah warga penganut aliran Alawi yang dianut oleh Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Mengutip laporan TV Suriah, MEE menyebutkan bahwa ledakan pertama berasal dari sebuah mobil yang diparkir di depan SD Ekrimah, sedangkan ledakan kedua yang terjadi beberapa menit kemudian berasal dari mobil yang dikendarai oleh seorang pelaku serangan bom bunuh diri.

Serangan ini menjadi serangan teror yang paling mematikan dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir di kawasan yang dikuasai pemerintah Suriah tersebut.

Dalam penggalan rekaman video suasana beberapa saat setelah terjadi ledakan dan ditayangkan di TV Suriah terlihat para orang tua berteriak-teriak mencari anak-anak mereka, tas sekolah berhamburan bersama ceceran darah di tanah, sementara mobil yang ada di dekat mereka masih berkobar.

Pada penggalan lain terlihat seorang pria menarik tubuh lemas seorang gadis kecil yang mengenakan pakaian warna merah dari puing-puing, sementara darah mengalir dari wajak anak itu.

Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas serangan biadab tersebut.

Homs pernah dijuluki “Ibu Kota Revolusi” anti Assad. Sebagian kota Homs, termasuk Kota Lama yang sudah menyerupai puing-puing akibat perang, telah kembali ke kontrol pasukan pemerintah setelah milisi pemberontak dan teroris yang ada di dalam kota itu dikepung dan diserang selama sekitar dua tahun.

Sejak berhasil merebut kembali kota itu pasukan Suriah gigih berjuang untuk mengamankannya.

Kota ini sudah beberapa kali mendapat serangan para teroris, termasuk serangan bom mobil pada tanggal 19 Juni lalu yang menewaskan sedikitnya enam orang. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL