Washington, LiputanIslam.com –   Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa  Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB memiliki kapasitas untuk menyelidiki kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

“Dewan HAM berkemungkinan mengambil keputusan terkait dengan peluncuran berbagai bentuk interaksi,” kata Guterres pada konferensi pers di markas PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (18/1/2019).

Dia menjelaskan, “Ada banyak instrumen yang dapat digunakan Dewan HM, diminta oleh negara-negara anggota, dan saya tidak dalam posisi untuk mendorong negara-negara anggota. Saya mengatakan instrumen-instrumen ini tersedia.”

Kepala Dewan HAM PBB Michele Bachelet pada Desember lalu mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi pantas diselidiki secara internasional, namun PBB tidak memiliki yurisdiksi untuk melakukannya.

Khashoggi, wartawan Arab Saudi yang bekerja sebagai kontributor The Washington Post, hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.

Setelah memberikan berbagai penjelasan yang kontradiktif, rezim Riyadh akhirnya mengakui bahwa dia terbunuh di dalam gedung Konsulat, dan menyebutnya sebagai kesalahan yang terletak pada kegagalan cara pelaksanaan misi.

Saudi melakukan penyelidikan dan persidangan atas kasus ini, namun PBB menilai penyelidikan yang ada belum memadai.

Sekjen PBB mengaku tidak memiliki kekuatan untuk memulai penyelidikan atas kasus ini.

“Saya tidak punya hak untuk memulai penyelidikan, ada kebingungan besar tentang apa yang tidak bisa dilakukan oleh Sekjen… Saya sendiri tidak memiliki hak untuk memulai penyelidikan kriminal dan tidak ada penyelidikan kriminal formal yang diminta kepada saya oleh negara anggota mana pun ,” pungkas Guterres. (mm/anadolu)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*