ban ki-moon pbbNewYork, LiputanIslam.com – Sekjen PBB Ban Ki-moon, mendesak koalisi Arab pimpinan Arab Saudi agar meningkatkan upayanya untuk mengatasi “kekuatiran yang sangat kuat” mengenai keterbunuhan anak-anak kecil di Yaman sehingga tidak tertutup kemungkinan koalisi ini akan kembali tercatat dalam daftar hitam pelanggar hak anak kecil.

Desakan itu dia kemukakan dalam laporannya kepada Dewan Keamanan (DK) PBB, Selasa (2/8/2016), terkait dengan keputusan kontroversialnya “menghapus sementara” koalisi Arab dari daftar hitam, yang menyulut kemarahan lembaga-lembaga peduli HAM.

Koalisi pimpinan Saudi itu dicantumkan dalam daftar hitam itu setelah PBB melaporkan bahwa pasukan koalisi Arab bertanggungjawab atas 60 persen keterbunuhan 785 anak kecil Yaman tahun lalu, tapi tak lama kemudian nama koalisi itu dihapus setelah Saudi menunjukkan kegusarannya atas pencantuman tersebut.

“Saya masih memiliki kekuatiran yang sangat kuat mengenai perlindungan terhadap anak-anak kecil Yaman,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa PBB masih terus melakukan peninjauan ulang bersama pasukan koalisi Arab, sebagaimana dilansir AFP.

Pekan lalu Saudi melayangkan surat rahasia setebal 12 halaman kepada Ban berisikan klaim-klaim mengenai upaya koalisi Arab menghindari jatuhnya korban sipil Yaman. Dalam surat itu Dubes Arab Saudi di PBB Abdullah al-Mouallimi menawarkan untuk berbagi informasi kepada PBB mengenai hasil 10 penyelidikan atas serangan udara terhadap berbagai rumah sakit, rumah, acara pernikahan dan pasar.

Sekjen PBB mengatakan kepada DK PBB bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai langkah-langkah yang ditempuh pasukan koalisi Arab, namun dia menilainya masih belum cukup.

“Isi laporan masih seperti semula,” sesalnya.

Pada Juni lalu Sekjen PBB menuding Saudi mengancam akan menghentikan bantuan dana bantuan kepada PBB karena organisasi terbesar di dunia ini mencantumkan koalisi Arab dalam daftar hitam, tapi Riyadh menolak tudingan tersebut.

Pasukan koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman sejak Maret 2015 demi menyokong presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi dan menumpas gerakan Ansarullah (Houthi) yang telah menggerakkan revolusi yang berujung kaburnya Mansour Hadi.

Menurut data PBB, serangan pasukan koalisi itu telah menyebabkan terbunuhnya sekitar 6400 orang dan memburuknya krisis kemanusiaan di Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL