Kairo, LiputanIslam.com – Sekjen PBB Antonio Guterres kembali menegaskan sikap lembaga yang dipimpinnya terkait dengan wilayah Golan milik Suriah yang diduduki Israel dan penyelesaian kemelut Palestina melalui solusi dua negara.

Pada konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shukri di Kairo, Rabu (3/4/2019), Guterres menekankan keharusan perlunya menghormati kedaulatan Suriah atas wilayahnya, termasuk wilayah pendudukan Golan.

Dia juga mengaku sedang mencari solusi yang mencanangkan Al-Quds (Yerussalem) menjadi ibu kota dua negara, Palestina dan Israel, dengan memastikan terlaksananya semua resolusi PBB terkait untuk memperkuat stabilitas kawasan.

Dia menyatakan bahwa beberapa saat sebelumnya di hari yang sama telah berdiskusi dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengenai perkembangan di Suriah dan Yaman serta mekanisme penyelesaian krisis kedua negara.

Dia menambahkan bahwa pada hari itu dia juga akan bertolak ke Libya untuk membahas berbagai masalah utama negara itu, dan menekankan keharusan upaya menyatukan lembaga-lembaga di sana, termasuk tentara.

Pada pembukaan KTT Liga Arab ke-30 di Tunisia pada hari Minggu lalu, Guterres juga mengecam pengakuan Presiden Amerika Serikar (AS) Donald Trump atas kedaulatan Israel terhadap Dataran Tinggi Golan milik Suriah.

Guterres juga mengingatkan kepada para pemimpin Arab bahwa “setiap resolusi konflik Suriah harus menjamin persatuan dan integritas wilayah Suriah, termasuk wilayah pendudukan Golan.”

Seperti diketahui, pada 25 Maret lalu Trump menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Sebagian besar wilayah perbukitan strategis dan penting ini berada di bawah kendali Israel sejak rezim Zionis ini merebutnya dalam Perang Enam Hari 1967.

Israel kemudian mencaplok wilayah itu pada 1981, tapi PBB menyebut keputusan itu “batal demi hukum dan tanpa efek hukum internasional.”

Damaskus telah berulang kali menyebut Golan sebagai bagian integral Suriah, dan mengatakan bahwa kedaulatan Suriah atas wilayah itu tak dapat dinegosiasikan. (mm/raialyoum/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*