ban ki-moon in jerussalemBaitul Maqdis, LiputanIslam.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki-moon menyerukan kepada Israel supaya berhenti melakukan tindakan “provokatif” di tempat-tempat suci. Dia juga mengecam pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang, menurutnya, telah menambah ketegangan dalam hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sebagaimana dilansir Rai al-Youm, pernyataan tersebut dikemukakan Ban di sela-sela lawatan ke Tepi Barat dan Israel yang dilakukan Senin kemarin (13/10) untuk pertama kalinya sejak terjadi invasi militer Israel ke Jalur Gaza.

Pada kesempatan itu, selain mengecam keras kontinyuitas proyek pembangunan permukiman, dia juga mengaku sangat prihatin atas apa yang disebutnya sebagai tindakan provakatif yang terjadi secara berulang-ulang di tempat-tempat suci.

“Tindakan ini hanya akan memicu ketegangan, dan harus dihentikan,” ungkapnya dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Baitul Maqdis (Jerussalem).

Meski demikian, menurut Rai al-Youm, pernyataan itu dia kemukakan tanpa menyebutkan nama Israel secara langsung dan tidak pula mengatakan secara terbuka kasus terbaru bentrokan di Masjid al-Aqsha antara para pemuda Palestina dan polisi Israel yang terjadi Senin sore kemarin.

Bentrokan itu sendiri pecah ketika para pemuda Palestina melancarkan unjuk rasa memrotes kedatangan para ekstrimis Zionis, termasuk anggota parlemen Israel, Knesset, Moshe Feiglin.

Menurut laporan situs al-Quds al-Arabi, telah terjadi kebakaran di gerbang timur bagian depan Masjid al-Aqsha ketika terjadi bentrokan sengit. Saat itu polisi Israel tiba-tiba menyerbu masuk dari Gerbang al-Mugharabah dan kemudian terlibat bentrok dengan para jamaah shalat dan pelaksana iktikaf setelah mereka dengan sewenang-wenang dan arogan meminta para jemaah itu supaya meninggalkan halaman masjid.

Polisi Zionis itu bermaksud mengosongkan masjid yang sangat dimuliakan oleh umat Islam tersebut demi mengamankan kedatangan Feiglin. Mereka memukuli semua orang yang di ada di halaman masjid, sementara semua pintu gerbang ditutup rapat setelah mereka melontarkan bom-bom suara dan peluru-peluru gas air mata.

Insiden bentrokan itu tidak menghalangi kedatangan tokoh sayap kanan radikal Partai Likud tersebut. Sebelumnya, dia juga telah melontarkan ancaman untuk menduduki Masjid al-Aqsha.

Betapapun demikian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap saja berkilah saat menanggapi kecaman Sekjen PBB. Dia mengatakan bahwa “aksi kekerasan” yang terjadi di Masjid al-Aqsha Senin sore kemarin itu dipicu oleh “para ekstrimis Palestina.”

“Israel berkomitmen sepenuhnya untuk menjaga situasi yang terbangun, sebagaimana yang sudah dilakukan selama beberapa dekade ini. Adapun apa yang kita saksikarang adalah adanya para ekstrimis Palestina yang sengaja memancing terjadinya kekerasan,” katanya dalam konferensi pers tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL