NewYork, LiputanIslam.com – Sekjen PBB Antonio Guterres mendesak Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MbS) agar bertindak sepenuhnya transparan terkait dengan misteri pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi dan menghukum semua orang terlibat dalam kejahatan ini.

Juru bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, Senin (3/12/2018), kepada wartawan menyatakan bahwa Guterres telah mengadakan pertemuan dengan MbS di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Buenos Aires, Argentina, Sabtu lalu, dan memintanya supaya bersikap terbuka sepenuhya terkait dengan hal-hal yang masih menjadi teka-teki terkait dengan pembunuhan Khashoggi, dan menghukum semua orang yang terlibat di dalamnya.

Ditanya wartawan mengapa PBB tidak membuat tim khusus untuk menyelidiki kasus ini, Haq menjelaskan bahwa hal itu memerlukan permintaan resmi dari negara-negara anggota, dan permintaan demikian sampai sekarang belum ada.

Seperti diketahui, pembunuhan Kashoggi oleh tim ekskutor Saudi di konsulat jenderal negara ini di Istanbul, Turki, telah mengundang kecaman dan kemaharan khalayak internasional. Mereka menuntut kejelasan mengenai pelaku dan orang yang memerintahkan kejahatan disertai mutilasi mayat korban ini. Selain itu mereka juga menuntut kejelasan di mana mayat korban disembunyikan atau dimusnahkan.

Saudi sendiri setelah memberikan pernyataan-pernyataan simpang siur mengenai kasus itu akhirnya mengakui bahwa Khashoggi telah dimutilasi setelah tim eksekutor itu gagal membujuk korban agar kembali ke Saudi.

Badan Intelijen (AS), CIA, belum lama ini menyatakan pihaknya berkesimpulan bahwa pembunuhan itu dilakukan dengan perintah MbS.

Namun, Presiden AS Donald Trump yang terjalin hubungan erat dengan Kerajaan Saudi mengaku meragukan pernyataan CIA dan berkomitmen untuk tetap bersekutu dengan Saudi. (mm/railayoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*