Kairo, LiputanIslam.com –  Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menuduh Rezim Zionis Israel bermaksud menyulut perang bermotif agama dengan cara memaksakan diri berdaulat atas tanah suci Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsa.

Dalam sidang darurat dewan menteri Liga Arab  di Kairo, Mesir, Kamis (27/7/2017), untuk membahas perkembangan situasi di Baitul Maqdis dia menegaskan, “Tak ada kedaulatan bagi rezim pendudukan atas Haram al-Quds atau Masjid al-Aqsa. Tak seorangpun di dunia mengakui kedaulatan ini.  Upaya berdaulat atasnya dengan cara paksa dan de facto merupakan tindakan bermain api sehingga hanya akan menyulut perang keagamaan dan pengalihan konflik dari politik kepada agama dengan segala bahaya yang terkandung di dalamnya.”

Dia menambahkan, “Saya menyerukan kepada negara pendudukan agar dengan seksama mempelajari krisis ini dan pesan yang ada di dalamnya.”

Seperti diketahui, bentrokan berdarah antara warga Palestina dan pasukan Zionis Israel pecah di Baitul Maqdis dan Tepi Barat sejak Israel memasang pintu pemindai logam di gerbang-gerbang Masjid al-Aqsa pasca insiden serangan yang menewaskan dua polisi Israel dan menggugurkan tiga pemuda Palestina pada 14 Juli lalu.

Pihak Palestina menilai pemasangan alat tersebut sebagai modus Israel untuk memaksakan kekuasaannya atas Masjid al-Aqsa yang masih diakui dunia sebagai milik bangsa Palestina dan disucikan oleh seluruh umat Islam tersebut.

Kamis kemarin juga pecah bentrokan antara polisi Israel dan para pemuda Palestina di gerbang-gerbang al-Aqsa ketika ribuan warga Muslim hendak masuk ke komplek masjid ini setelah Israel membongkar peralatan elektronik tersebut.

Para menteri luar negeri Liga Arab dalam deklarasi sidangnya “mengecam sekeras-kerasnya langkah-langkah dan kebijakan Israel yang bertujuan men-Judaisasi kota pendudukan al-Quds dan mendistorsi karakteristik Arab dan Muslimnya.”

Deklarasi ini juga menegaskan “Al-Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) timur merupakan ibu kota negara Palestina,” dan “menolak serta mencela seluruh tindakan pasukan pendudukan yang bertujuan merusak kedaulatan Palestina atas al-Quds.”  (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL