irak syekh haz aliBaghdad, LiputanIslam.com –  Syeikh Qais Haz Ali, Sekjen kelompok relawan Ahl Haq yang merupakan bagian dari kelompok besar relawan al-Hashd al-Shaabi menyatakan bahwa al-Hashd al-Shaabi tak tergantikan dalam mencetak kemenangan dalam pertempuran melawan kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dalam wawancara dengan Alalam yang dilansir Minggu (14/6), Haz Ali  mengatakan bahwa kalangan Sunni dan Syiah sekarang sama-sama mengangkat senjata dan tercipta suasana saling percaya untuk berperang melawan satu musuh bernama ISIS.

Dia juga mengatakan bahwa ISIS merupakan “alat militer” yang dikendalikan oleh agen-agen Barat untuk menyulut sektarianisme di Irak yang selanjutnya menyeret negara ini kepada disintegrasi serta membawa Timur Tengah kepada kondisi baru yang memenuhi selera Barat.

“Sebagai kelompok-kelompok muqawamah (perlawanan/perjuangan) kami memandang bahwa ketika memerangi ‘alat’ itu kamipun harus memerangi agenda fitnah dan perpecahan. Setelah di provinsi Salahuddin kami berhasil bahu membahu berperang sebagai orang Irak Sunni dan Syiah, hal yang paling dikhawatirkan Amerika ialah terulangnya kembali pengalaman kelompok-kelompok muqawamah dalam al-Hashd al-Shaabi dengan berperang bersama kelompok-kelompok suku (Sunni) Anbar. Ini merupakan pembasmian agenda fitnah sektarianisme,” terangnya.

Mengenai peranan Amerika dan sekutunya di Irak, Haz Ali mengatakan, “Kami yakin bahwa Amerika Serikat dan pihak-pihak yang bersamanya hanya bermaksud mengelola krisis, bukan mengatasinya. Karena sejak awal mereka memberikan isyarat-isyarat palsu.”

Dia menjelaskan bahwa isyarat-isyarat palsu itu antara lain ialah penebaran opini bahwa ISIS adalah kekuatan besar tak terkalahkan sehingga “perlu 60 negara selama 30 tahun untuk menumpasnya, padahal tentara dan relawan al-Hasdh al-Shaabi bahkan dapat membebaskan provinsi luas hanya dalam hitungan hari.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL