Gaza, LiputanIslam.com –  Sekjen gerakan Jihad Islam, Ziad al-Nakhla, menilai tujuan dari semua prakarsa penyelesaian konflik Palestina-Israel sejauh ini adalah untuk melindungi entitas Zionis.

“Semua proyek penyelesaian telah gagal karena mereka belum memenuhi tujuan minimum rakyat Palestina… Kami akan terus melawan entitas Zionis sampai Palestina kembali kepada bangsanya,” katanya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan televisi Al-Alam, Ahad (30/12/2018), sembari mengingatkan bahwa prinsip tidak boleh diabaikan.

Dia menekankan bahwa prakarsa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat ini merupakan jargon baru untuk plot baru, dan memaksakan sebentuk terorisme di kawasan.

“Prakarsa Trump telah gagal sejak diluncurkan dan tidak ada yang berubah di kawasan… Perlawanan membesar dengan adanya berbagai tantangan, dan menciptakan cara-cara baru untuk menghadapi tantangan ini,” tegasnya.

Ziad al-Nakhla juga menekankan bahwa rakyat Palestina tidak akan menyerahkan hak mereka untuk meniadakan entitas Zionis dari kawasan, dan menekankan bahwa “muqawamah (resistensi) telah membuktikan kemampuannya menghadapi entitas itu, dan rakyat Palestina merawat perlawanan ini.”

“Pesan dari rakyat Palestina adalah bahwa resistensi merupakan tema periode, rakyat Palestina tidak akan menanggalkan opsi ini, dan entitas Zionis sedang menuju kehancuran, insya Allah,” harapnya.

Mengenai kemampuan Kubu Resistensi dalam menghadapi rezim pendudukan Zionis Israel, dia memastikan bahwa kubu ini memiliki kemampuan tempur dan sumber daya manusia yang baik dalam menghadapi proyek Zionis, dan telah menjadi kendala utama bagi proyek Zionis.

Al-Nakhla menilai “negara-negara Arab telah gagal menjawab pertanyaan tentang eksistensi Israel di kawasan itu,” dan  “perjanjian Oslo terbukti kandas.”

“Proyek perdamaian gagal, dan terjadi keruntuhan Arab, sementara perlawanan meningkat di sisi lain…. Keseimbangan rasa takut yang telah diciptakan oleh Kubu Resistensi di kawasan tidak pernah tercapai sebelumnya, dan kubu ini telah mencetak eksistensinya yang kuat di lapangan,” terangnya.

Dia lantas menekankan bahwa perlawanan bersenjata akan tetap menjadi jargon utama dalam menghadapi Rezim Zionis Israel. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*