hassan-nasrallah-malam-asyuraBeirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayyid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) sengaja membekukan kesepakatan dan komunikasi politiknya dengan Rusia mengenai Suriah karena AS mengetahui tidak mungkin kelompok teroris Jabhat al-Nusra bisa dipisahkan dari kelompok-kelompok bersenjata lain di Suriah, dan juga karena pemisahan itu akan melemahkan kelompok-kelompok itu sehingga sulit diandalkan AS untuk mengacaukan Suriah.

Dalam pidato pada momen peringatan malam Tragedi Asyura di bagian selatan Beirut, ibu kota Lebanon, Rabu (11/10/2016), Sayyid Nasrallah mengungkap bahwa AS berencana mengonsentrasikan kawanan teroris ISIS di Raqqah dan Deir al-Zor di bagian timur Suriah dan disepanjang perbatasan negara ini dengan Irak secara terpisah dari kawasan Kurdi. Dalam rangka ini, pada pertempuran di Fallujah dan Anbar, Irak, AS membukakan jalan bagi ISIS yang kalah perang untuk beralih posisi ke Suriah, dan alih-alih menggempur ISIS, AS malah mengawal ISIS agar bisa keluar dari Irak.

“Yang diinginkan ialah menyapu ISIS dari Mosul dan mengumpulkannya di Suriah untuk memainkan peranan baru di masa mendatang,” ujarnya.

Sekjen Hizbullah menambahkan bahwa di tengah persiapan operasi pembebasan Mosul di Irak, ada upaya-upaya untuk membukakan jalan bagi ISIS untuk keluar dari Mosul menuju Raqqah dan Deir al-Zor, dan AS sengaja menyerang pasukan Suriah di Deir al-Zor supaya pangkalan udara Deir al-Zor dan semua wilayah kota ini jatuh ke tangan ISIS. Sedangkan kebertahanan ISIS di utara Aleppo tidaklah penting bagi AS sehingga urusan di kawasan ini dilimpahkan kepada Turki.

Sayyid Nasrallah juga menyebutkan bahwa di Suriah sudah tak ada lagi prospek bagi solusi politik sehingga situasi akan cenderung semakin tegang dan konfrontatif.  Dia menuding Arab Saudi menolak solusi politik di Suriah karena Riyadh memang berambisi menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan ingin mengoyak Suriah demi kepentingan Israel.

Ditujukan kepada rakyat Suriah dia mengatakan, “Jika Anda menyerahkan Suriah kepada mereka, dan para pemimpin, tentara, dan rakyat Suriah tidak solid maka Suriah di masa mendatang akan menjadi ajang aksi saling bunuh antarkelompok yang tak berakal, tak berbudaya,  tidak memiliki ketentuan ataupanutan, serta melayani negara-negara, kedutaan besar, dan badan-badan intelijen itu.”

Mengenai Yaman, dia menegaskan bahwa terorisme di dunia berpangkal pada Saudi, baik dari segi pemikiran maupun dana. Ditujukan kepada rezim Saudi, Nasrallah mengatakan, “Ke mana uang ratusan milyar dolar kalian? Ke mana kalian sehingga kalian tak berdaya mempertahankan posisi-posisi kalian di perbatasan di depan pasukan telanjang kaki Yaman?”

Dia mengingatkan, “Mereka (Saudi) harus tahu bahwa sama sekali tidak ada masa depan bagi perang ini, dan bahwa kebersikerasan mereka untuk melanjutkan perangnya terhadap Yaman akan merugikan diri mereka sendiri, dan akan menjerumuskan kerajaan Saudi ke dasar jurang neraka.”

Dia melanjutkan bahwa Saudi dan sekutunya mengira bahwa ketika mereka menyatakan perang maka bangsa Yaman “akan segera kabur, menyerah, tunduk, dan berkata kepada Saudi, ‘Silakan.’”

Dia mengimbau rezim Saudi agar kembali kepada akal sehat.

“Jika Saudi tidak puas kalau tidak menumpahkan darah orang-orang Yaman, maka ketahuilah bahwa darah itu mereka akan menyeret Saudi ke tong sampah sejarah,” tegasnya. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL