tragedi sinjar02Baghdad, LiputanIslam.com – Direktur Jenderal Bidang Evaluasi Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Irak, Kamil Amin, menyatakan bahwa sebanyak 2,470 hilang dan tak jelas rimbanya sejak kawanan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang negara ini dan menguasai beberapa wilayahnya.

“Dari jumlah itu, 431 orang adalah terkait kasus penjara Badush di kota Mosul, 440 terkait kasus di beberapa provinsi utara, dan 559 lainnya terkait kasus pangkalan udara Spiecher di provinsi Salahudin,” rincinya dalam sebuah jumpa pers di Baghdad, Kamis (6/11), sebagaimana dilansir situs berita al-Mustaqila.

Dia menambahkan bahwa sebagian orang yang hilang setelah ISIS menguasai penjara Badush adalah warga Syiah asal bagian tengah dan selatan Irak. Dia juga mengaku pihak yakin bahwa jumlah orang yang hilang dalam kasus pembantaian massal di pangkalan militer Spiecher mencapai lebih dari apa yang terdata sesuai pengaduan yang masuk dari pihak keluarga atau keterangan dari orang-orang yang lolos dari sergapan maut dalam tragedi tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL