penangkapan wanita palestina  Sejak rakyat Palestina bangkit lagi dalam perjuangan yang disebut Intifada al-Quds melawan Israel yang dimulai pada September 2015 dan berlanjut sampai sekarang, rezim Zionis penjajah Palestina itu dilaporkan telah menangkap sekitar 100 perempuan Palestina.

Kepala bidang informasi dan dokumentasi asosiasi tahanan dan orang-orang Palestina yang telah  dibebaskan, Abdul Nasir Farwaneh, mengatakan Selama terjadi Intifada al-Quds, Rezim Zionis meningkatkan proses penangkapan orang-orang perempuan, dan sejak akhir September 2015 hingga awal Januari 2016 sekitar 100 perempuan Palestina dari berbagai usia telah ditangkap di berbagai wilayah pendudukan.

“Meningkatnya penangkapan kaum perempuan dan aksi kejahatan mengerikan terhadap kaum perempuan ini mencetak rekor dalam lima tahun terakhir,” katanya, sebagaimana dilansir Falestin al-Youm (Palestine Today), Minggu (7/2).

Dia menjelaskan bahwa pada bulan pertama intiafada  telah terjadi 38 kasus penangkapan kaum perempuan, sedangkan pada dua bulan berikutnya masing-masing 29 dan 25 kasus, dan meskipun jumlah itu mengalami pengurangan, namun kasus-kasus kekerasan Israel lainnya, terutama penganiayaan hingga menyebabkan luka, terhadap kaum perempuan dan anak-anak gadis Palestina cenderung meningkat.

“Semua orang perempuan yang ditangkap oleh Israel dianiaya, dihina dan diperlakukan dengan buruk ketika ditangkap maupun setelahnya. Banyak di antara mereka berada dalam kondisi yang sangat buruk di penjara Hasharon, penjara Damon dan penjara-penjara Israel lainnya,” ungkap Farwaneh.

Disebutkan bahwa hingga kini tak kurang dari 55 perempuan Palestina yang masih meringkuk dalam penjara-penjara Israel dengan berbagai usia di mana yang termuda di antaranya berusia 14 tahun, sedangkan perempuan yang paling lama ialah Lina al-Jarbuni yang mendekam dalam penjara sejak tahun 2002. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL