Ramallah, LiputanIslam.com –  Kementerian Informasi Palestina menyatakan tentara Israel telah membunuh tiga anak Palestina di bawah umur dan menangkap 52 orang lainnya sejak awal tahun ini di tengah ketegangan di berbagai wilayah pendudukan pasca keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Israel.

Dalam statemennya yang dirilis Minggu (28/1/2018), kementerian itu menyatakan Israel “meningkatkan serangan terhadap anak-anak Palestina”, dan serangan ini telah terjadi sejak keputusan kontroversial Trump tersebut.

Seperti diketahui, Trump pada 6 Desember 2017 mengumumkan keputusannya mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke kota yang diduduki Israel tersebut.

Keputusan ini memicu demonstrasi berbagai wilayah pendudukan Palestina serta berbagai negara Muslim lain, termasuk Iran, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, dan Maroko.

Pada tanggal 21 Desember, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan suara bulat mengeluarkan resolusi yang mendesak AS agar menarik keputusan tersebut.

Resolusi ini keluar meskipun sebelumnya Trump mengancam akan membalas negara-negara yang mendukung resolusi yang sebelumnya telah diveto AS di Dewan Keamanan PBB tersebut.

Israel menolak resolusi itu dan berterima kasih kepada Trump atas keputusannya untuk memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Al-Quds.

Al-Quds selalu menjadi sumber utama konflik Israel-Palestina. Pihak Palestina berharap bagian timur kota ini pada akhirnya menjadi ibu kota negara Palestina merdeka mendatang.

Lebih dari 7.000 warga Palestina dilaporkan ditahan di penjara-penjara Israel. Ratusan narapidana tampaknya telah dipenjara dengan “penahanan administratif”, yaitu kebijakan yang memungkinkan orang Palestina dipenjara tanpa proses hukum. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*