Raqqa, LiputanIslam.com –  Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) yang merupakan aliansi Kurdi dan Arab Suriah memperkirakan kelompok teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) masih akan dapat bertahan di kota Raqqa, Suriah, paling lama sampai dua bulan lagi.

“Kami tidak dapat menentukan kapan tepatnya pertempuran Raqqa akan berakhir karena perang memiliki kondisinya sendiri. Tapi kami tidak berharap hal itu berlangsung lama, dan menurut rencana kami, pertempuran tidak akan memakan waktu lebih lama dari dua bulan dari sekarang,” ungkap Nowruz Ahmad, seorang komandan SDF, Senin (28/8/2017).

SDF bertempur melawan ISIS di pusat kota Raqqa dengan bantuan serangan udara dan pasukan khusus koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat. Mereka masuk ke kota ini pada Juni lalu setelah berjuang selama berbulan-bulan untuk mengepungnya.

Ahmad mengatakan SDF sejauh ini masih terfokus pada pertempuran Raqqa dan belum menetapkan rencana untuk melancarkan serangan ke provinsi Deir al-Zor, yang selanjutnya menyusuri Sungai Efrat menuju perbatasan Irak yang hampir seluruhnya berada di bawah kendali ISIS.

Sementara itu, PBB menyerukan supaya warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran di kota Raqqa segera dievakuasi ke luar kota ini.

Sebelumnya, PBB juga menyatakan prihatin atas banyaknya korban sipil yang tewas akibat serangan udara pasukan koalisi internasional. PBB bahkan menyebut Raqqa sebagai kawasan yang kondisinya terburuk di Suriah dewasa ini.

Sebagian lembaga peduli HAM melaporkan bahwa sejak 2014 sampai sekarang sebanyak 624 warga sipil terbunuh akibat serangan udara pasukan koalisi internasional. Namun demikian, serangan udara itu masih berlanjut. (mm/reuters/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL