danau-al-assad-di-suriahKairo, LiputanIslam.com –   Pasukan Demokrasi Suriah (SDF) berhasil menguasai sebuah benteng kuno yang menghadap ke penjara terbesar yang dikuasai kelompok teroris ISIS dekat bendungan al-Furat di Suriah utara. Demikian dilaporkan Observatorium Suriah untuk HAM(SOHR) dan sumber Kurdi Suriah.

SDF adalah pasukan aliansi Arab-Kurdi dukungan Amerika Serikat (AS). SOHR menyebutkan sedikitnya delapan warga sipil, beberapa di antaranya anak kecil, tewas terkena serangan udara pasukan koalisi internasional pimpinan AS di sebuah distrik yang dikuasai teroris, Jumat (6/1/2017).

SOHR menyatakan, “SDF yang didukung pasukan khusus AS dan jet tempur koalisi internasional, Jumat, telah bergerak maju dan menguasai benteng kuno Ja’bar di barat daya kota al-Tabaqah, provinsi Raqqah, setelah terlibat pertempuran sengit dengan ISIS.”

Bersamaan dengan ini seorang komandan SDF mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya telah menguasai benteng yang terletak di Danau al-Assad itu. Benteng itu semula digunakan oleh ISIS sebagai markas dan pangkalan untuk melancarkan serangan ke desa-desa sekitarnya.

Direktur Eksekutif SOHR Rami Abdulrahmah kepada AFP mengatakan bahwa dengan menguasai benteng itu SDF dapat leluasa melancarkan serangan ke sebuah penjara terbesar yang dikuasai oleh para “jihadis” dekat Bendungan al-Furat.

Dirjen Direktorat Barang Antik dan Musium Suriah Maamoon Abdul Karim mengatakan kepada AFP bahwa benteng yang menyerupai semenanjung di danau tersebut merupakan salah satu benteng kuno bercorak Islam di Suriah peninggalan era dinasti Seljuk dan Mamluk.

Dalam benteng terdapat 35 menara dan satu masjid serta satu musium berisikan puluhan barang tembikar, tapi dilanda aksi penjarahan pada tahun 2013.

“Pembebasan benteng ini dari ISIS merupakan penyelamatan salah satu komponen kebudayaan Suriah,” tutur Abdul karim.

Bendungan al-Furat berjarak hanya sekitar 500 meter dari kota strategis al-Tabaqa yang merupakan salah satu markas keamanan ISIS di Suriah dan di situ pula beberapa tokoh terkemuka ISIS tinggal. Sedangkan jaraknya dari kota Raqqah sekira 50 km. ISIS menguasai provinsi Raqqah sejak tahun 2014 dan menjadikan kota Raqqah sebagai markas besar mereka di Suriah.

SDF menyatakan bahwa tujuan selanjutnya operasi pasukan ini ialah menguasai kota al-Tabaqa. Pasukan ini memulai operasi militer bersandi “Amarah Furat” pada 5 November lalu untuk menumpas ISIS di Raqqah. Di tahap awal operasi ini, SDF berhasil mencapai kemajuan besar di bagian utara provinsi Raqqah.

Pada tanggal 10 Desember lalu SDF mengumumkan dimulainya babak kedua operasi dengan target menghalau ISIS dari bagian barat provinsi Raqqah dan mengisolasi kota Raqqah. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL