Beirut, LiputanIslam.com – Sekjen Hizbullah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah mengutuk serangan teroris di Srilanka, menepis kabar bahwa pada musim panas mendatang akan pecah perang antara Lebanon dan Israel, dan memastikan bahwa para thaghut dunia tidak dapat memaksakan ambisinya terhadap Palestina.

Dalam acara Nisfu Syakban dan peringatan Milad Imam Mahdi yang dinantikan oleh kaum Muslim Syiah, Senin (22/4/2019), Sayyid Nasrallah menyebut serangkaian peledakan bom di beberapa masjid dan hotel yang menewaskan ratusan orang dan melukai beberapa lainnya di Srilanka sebagai  kejahatan mengerikan yang sama sekali tak ada kaitannya dengan kemanusiaan. Dia menyerukan pemberantasan terorisme secara total dengan semua akar dan kekuatan yang berada di balik fenomena keji ini.

Mengenai Palestina, dia menegaskan, “Semua thaghut dunia tidak akan dapat memaksakan kehendak mereka terhadap bangsa Palestina selagi bangsa ini masih bersiteguh pada harapannya. Titik tolak mendasar dalam perjuangan ialah konsisten kepada harapan, menolak menyerah, dan yakin kepada kemampuan diri bangsa-bangsa kita.”

Dia juga menyebut Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berperan nyata dalam penggodokan prakarsa Deal of the Century yang dicanangkan Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan berkas perkara Palestina-Israel dalam bentuk yang menguntungkan Israel dan mengabaikan hak bangsa Palestina.

Mengenai isu yang dihembuskan surat kabar Kuwait bahwa akan segera pecah perang antara Lebanon dan Israel, Sekjen Hizbullah menyebutnya “salah dalam isi dan buruk dalam penjadwalan”, dan menepis kabar mengenai pernyataannya tentang itu dalam rapat umum maupun khusus.

“Saya sama sekali tidak pernah mengatakan apa yang disebutkan oleh salah satu surat kabar Kuwait mengenai perang melawan Israel dan kemungkinan kesyahidan sebagian pemimpin… Saya memandang kecil kemungkinan Israel melancarkan perang terhadap Lebanon. Sudah bukan waktunya lagi Israel menentukan jalannya perang lewat angkasa,” papar Nasrallah.

Tokoh beserban hitam sebagai tanda keturunan Rasulullah saw ini memandang Israel sebagai musuh yang berwatak makar sehingga segala kemungkinan akan selalu ada dan tak dapat mengandalkan analisis tertentu.

“Apa yang terjadi (sekarang) adalah bagian dari kampanye sistematis dan terkoordinasi terhadap kami, dan contoh untuk ini banyak,” imbuhnya.

Mengenai Suriah dia mengatakan, “Kerjasama di lapangan antarsekutu di Suriah masih seperti semula, dan karena itu harus waspada terhadap apa yang dikata dan ditulis (di media).”

Pernyataan ini merupakan bantahannya terhadap rumor yang beredar belakangan ini di media bahwa telah terjadi kontak senjata antara pasukan Iran dan pasukan Rusia di Suriah hingga jatuh beberapa korban tewas dan luka di kedua belah pihak.

Dalam pidato ini, Sayyid Nasrallah juga menyinggung tekanan AS terhadap Iran, Palestina, Yaman, dan lain-lain sembari menyebut AS tak mengakui lembaga-lembaga internasional sehingga patut menjadi musuh nomor wahid oleh umat Islam. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*