Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Sayyid Ali Khemenei menyatakan  bahwa bangsa negara ini berhadapan dengan konspirasi segi tiga Amerika Serikat (AS), Israel dan kekuatan petrodollar.

Dalam pidato pada rapat akbar penduduk Azerbaijan Timur menyambut peringatan kebangkitan mereka melawan rezim despotik Syah Pahlevi pada 17 Februari 1978, Khamenei, Rabu (15/2/2017) menyatakan Iran tak henti-hentinya berhadapan dengan konspirasi dinas-dinas rahasia AS, Israel, Inggris, dan petrodollar yang “ditugaskan oleh para Qarun untuk menciptakan iklim anti revolusi dan negara Republik Islam Iran,” tapi tetap tegar berkat partisipasi dan perlawanan rakyat terhadap mereka.

Menurutnya, kubu musuh ingin mengesankan Republik Islam Iran sebagai pemerintahan yang tidak efektif, tapi upaya mereka sia-sia.

 

“Seperti di semua tempat lain di dunia, kita memiliki berbagai kekurangan yang sama sekali belum kita lalu, tapi musuh berusaha mengabaikan berbagai prestasi sangat penting (Iran) dalam 38 tahun terakhir, dan berusaha menanamkan rasa frustasi dalam diri bangsa ini,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa pamor Iran sekarang jauh berbeda dengan kondisinya ketika  dikuasai oleh rezim monarki yang menjadi antek AS dan Inggris.

“Sekarang semua orang mengakui  kehormatan dan kekuatan bangsa Iran, eksistensi tegas Iran, dan semua orang juga mengetahui bahwa semua urusan regional tidak tidak akan bergeser ke depan tanpa eksistensi dan kehendak Iran,” ungkapnya.

Mengenai AS, dia menjelaskan bahwa  Washington kembali menggunakan cara main gertak.

“Seperi yang sudah-sudah, mereka sekarang bicara lagi soal opsi militer. Seorang pejabat Eropa juga mengatakan kepada pejabat kita bahwa seandainya tidak tercapai (kesepakatan nuklir) maka perang pasti berkobar. Tapi pernyataan ini dusta belaka. Mereka ingin mengalihkan pikiran kita dari perang yang sesungguhnya, yaitu perang ekonomi, dan mengarahkannya kepada perang militer agar para pejabat (Iran) tak dapat berkonstrasi pada bidang kemajuan ekonomi dan tak dapat mewaspadai perang kebudayaan terhadap bangsa Iran,” terangnya.

Mengutip ayat suci al-Quran Surat al-Anfal ayat 8; “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang,” Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa kekuatan ini berkenaan bukan hanya dengan militer saja, melainkan mencakup segala sesuatu yang dapat menunjang kekuatan internal. (mm/alalam/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL