Mina, LiputanIslam.com –   Pemerintah Arab Saudi, Jumat (1/9/2017), mengumumkan bahwa pelaksanaan manasik haji di kota suci Mekkah al-Mukarromah tahun ini berlangsung tanpa  insiden yang berarti di bidang keamanan, lalu lintas, dan kesehatan, meskipun jumlah jemaah haji mencapai lebih dari dua juta di Masy’ar Mina dua tahun pasca tragedi desakan pada 2015.

Ritual lempar jumrah Aqabah Kubro yang merupakan simbol penolakan terhadap syaitan dimulai sejak fajar menyingsing Jumat kemarin. Pada tahap inilah pada tahun 2015 terjadi insiden desakan hingga menggugurkan lebih dari 2,300 jemaah haji.

Data resmi Saudi mencatat jumlah jemaah haji mencapai sekira 2,35 juta orang yang 1,75 juta di antaranya datang dari luar negeri.

Jubir keamanan Kemlu Saudi, Mayjen Mansour al-Turki, kepada wartawan di Mina telah menyinggung “Kesuksesan rencana-rencana hari Arafah dan perjalanan ke Muzdalifah hingga puncak konsentrasi jemaah haji ke Masy’ar Mina dan dimulainya pelemparan Jumrah Aqabah dan pelaksanaan tawaf ifadah.”

Kepala Sektor Pengarahan dan Informasi Keamanan Umum Kol. Sami al-Suwairakh juga menyebutkan “keberhasil langkah-langkah persiapan yang  telah dipertimbangkan sejak dini.”

Sistem keamanan ibadah haji tahun diterapkan dengan menyiagakan lebih dari 100,000 personil keamanan dan pengoperasian 1000 kamera di semua tahap pelaksanaan manasik haji.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Saudi Mash’al al-Rubaian mengatakan bahwa musim haji tahun ini terhindar dari penyakit dan wabah. Menurutnya, jumlah jemaah relatif minim yang mengalami gangguan akibat terik matahari dan ditangani oleh tim-tim kesehatan pada hari Kamis lalu. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL