Riyadh, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menyatakan negaranya menolak keras “politisasi” kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul bulan lalu.

“Kami menolak sepenuhnya upaya eksploitasi politik masalah Khashoggi, dan mereka yang menginginkan keadilan dan jenisnya cukup memberikan bukti untuk peradilan Saudi, yang merupakan pemilik yurisdiksi dalam kasus ini,” kata al-Jubeir dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Asyarq al-Awsat  edisi Selasa (20/11/2018).

 

Al-Jubeir mengklaim bahwa otoritas Turki telah memberikan konfirmasi kepada Riyadh mengenai diksi  “tingkat tertinggi” dalam menyebutkan dalang pembunuhan Khashoggi. Menurutnya, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bukanlah orang yang dimaksud dalam diksi yang sampaikan oleh pihak Turki Turki tersebut.

Dia meminta Ankara “untuk memberikan bukti dalam kasus itu kepada Kejaksaan Umum Kerajaan, untuk membantu mencapai semua fakta.”

“Di sini, saya ingin menekankan bahwa kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi, yang diwakili oleh Pelayan Haramain dan Putra Mahkota, merupakan garis merah, dan kami tidak akan membiarkan upaya untuk mencederai atau melemahkan kepemimpinan kami dari pihak mana pun, dengan dalih apapun. Mengusik kepemimpin kerajaan adalah mengusik semua warga (Saudi),” tegasnya.

Al-Jubeir kemudian menekankan bahwa “pimpinan Kerajaan ingin mempertahankan dan memperkuat hubungan strategis dan kemitraan historis dengan AS,” dan  bahwa “sanksi AS dalam kasus Khashoggi bersifat individual, bukan menarget pemerintah atau ekonomi Kerajaan.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*