serangan udara saudi ke yamanNewYork, LiputanIslam.com – Pemerintah Arab Saudi menolak permintaan PBB supaya disediakan waktu khusus gencatan senjata selama dua jam perhari di Yaman agar digunakan sebagai kesempatan bagi para relawan untuk memberikan pertolongan kemanusiaan seperti penyaluran bantuan obat-obatan serta penyelamatan dan evakuasi korban.

Sebagaimana diberitakan situs berita Rai al-Youm yang bermarkas di Inggris, sumber diplomatik di PBB Sabtu (4/4/2015) menyatakan bahwa penolakan Riyadh itu merupakan reaksi terhadap keengganan Sekjen PBB Ban Ki-moon merilis pernyataan yang mendukung serangan udara Saudi dan sekutunya ke Yaman atau pernyataan bahwa serangan itu tidak bertentangan dengan Piagam PBB dan resolusi-resolusi PBB terkait dengan Yaman.
Sumber itu menjelaskan bahwa perwakilan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) telah terlibat proses tawar menawar “dua jam kemanusiaan” untuk dukungan terhadap serangan udara tersebut.

“Tawar menawar seperti ini nyaris belum pernah terjadi dalam peperangan yang terjadi kawasan (Timur Tengah), termasuk invasi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) terhadap Irak, dan saat itu dianggap ilegal,” ungkap sumber yang meminta tidak disebutkan identitasnya itu.

Dia menambahkan bahwa permintaan dari Saudi telah diajukan kepada Dewan Kemanan PBB melalui perwakilan GCC supaya dikeluarkan pernyataan resmi yang mendukung serangan militer terhadap Yaman dengan asumsi demi pemulihan legitimasi atau pernyataan yang menilai serangan itu tidak bertentangan dengan Pasal 51 Bab VII Piagam PBB. Namun permintaan itu ditolak oleh keseluruhan dari lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, meskipun sebagian di antaranya seperti AS terlibat dalam serangan itu dalam bentuk pemberian dukungan logistik dan intelijen. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL