Munich, LiputanIslam.com –  Menlu Saudi Adel al-Jubeir menolak ajakan dialog Iran sembari menuduh Teheran pendukung utama terorisme di dunia, pengacau stabilitas Timteng, dan bermaksud “menghancurkan kami”.

“Selagi Iran tidak mengubah perilakunya, sulit sekali bekerjasama dengan negara seperti ini,” katanya dalam Konferensi Keamanan Munich, Jerman, Minggu (19/2/2017).

Sebelumnya, ketua parlemen Iran Ali Larijani menyatakan Teheran menyambut baik dialog tanpa “prasyarat” dengan negara-negara Arab, terutama Arab Saudi.

Al-Jubeir mengecam dukungan Iran kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad dan menuduh Teheran mendanai milisi Ansarullah (Houthi) dan “kelompok-kelompok kekerasan” di berbagai wilayah Timteng.

Dia menambahkan bahwa khalayak dunia harus menerapkan “garis merah” yang jelas terhadap gerak-gerik Iran.

Saudi memutus hubungan diplomatiknya dengan Iran pada awal 2016 menyusul insiden serangan demonstran terhadap Kedubes Saudi di Teheran dan konsulat jenderalnya di Masyhad.

Demonstrai itu sendiri dilakukan rakyat Iran untuk memrotes hukuman mati yang dijatuhkan otoritas Saudi terhadap ulama Syiah negara ini, Syeikh Nimr al-Nimr. (mm/alarabiya/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL