serangan-saudi-di-sanaa4Sanaa, LiputanIslam.com –  Tragedi serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, ibu kota Yaman, Sabtu (8/10/2016) mirip dengan pola serangan teror kelompok teroris ISIS, di Irak dan negara-negara lain, yaitu melancarkan dua tahap serangan di mana tahap keduanya dilakukan setelah banyak orang berkerumun untuk menyelamatkan para korban serangan pertama, sehingga jumlah korban menjadi berlipat ganda.

Rima Kamal  dari Komite Internasional Palang Merah yang kebetulan juga merupakan saksi mata bercerita kepada RT via telefon,”Kami mendengar ledakan pertama ketika kami keluar. Saya melihat orang-orang berlarian, banyak di antara mereka berdarah-darah, dan ada yang kehilangan anggota tubuhnya. Semuanya berlumur darah. Puluhan atau ratusan terluka. Orang bergegas untuk membantu membawa korban luka ke rumah sakit, dan kemudian terjadi serangan susulan.”

Dia menambahkan, “Orang yang menyerang warga yang sedang menolong korban luka jelas tak memiliki hati nurani maupun kemanusiaan. Di situ ada banyak orang. Itu adalah bundaran terbesar di Sanaa, dan penuh dengan warga.”

Keterangan ini sama dengan keterangan saksi lain bernama Mujahid. Dia mengatakan,  “Sebuah jet tempur telah melesatkan rudalnya terhadap para pelayat, dan beberapa menit kemudian datang jet tempur kedua membom lokasi yang sama.”

Serangan ini memperpanjang daftar pembantaian Saudi dan sekutunya terhadap warga sipil Yaman, dan serangan kali ini disebut-sebut sebagai paling fatal dan mematikan selama mereka melancarkan serangan ke Yaman bersandi “Badai Mematikan” sejak Maret 2015 sampai sekarang.

Sebelum itu pasukan koalisi pimpinan Saudi memang sudah berulangkali membantai warga sipil melalui serangan udara.

Salah satu serangan paling mematikan terjadi ketika pesawat koalisi itu menyerang sebuah pasar yang ramai pengunjung di desa Mastaba di Yaman utara pada April lalu. Lembaga Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) menyebutkan korban tewas serangan udara itu mencapai 119,  22 orang di antaranya anak kecil.

Pada Agustus lalu, sedikitnya 11 orang tewas dan 19 terluka dalam serangan udara yang melanda sebuah rumah sakit di barat laut provinsi Hajjah, sebagai mana dilaporkan lembaga Dokter Lintas Batas (Doctors Without Borders /MSF).

MSF juga mencatat bahwa pada awal bulan ini serangan udara Saudi dan sekutunya di barat laut Yaman membunuh sedikitnya 10 anak kecil dan melukai hampir 30 lainnya.  Fatalnya, serangan itu menyasar sebuah sekolah.

Serangan tak berprikemanusiaan itu terjadi berulang-ulang tanpa ada penyesalan rezim Saudi dan sekutunya, dan ini terjadi tentu karena mereka merasa mendapat dukungan dari Barat, terutama Amerika Serikat. Sebab, kelompok Ansarullah (Houthi) yang dimusuhi oleh Saudi dan sekutunya tercatat sebagai milisi yang didukung oleh Iran dan Hizbullah Lebanon.  (mm/RT/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL