saudi tangkapAbuDhabi, LiputanIslam.com –  Polisi Arab Saudi meringkus 57 tersangka kasus peledakan bom yang dilakukan para teroris di masjid kaum muslim Syiah di kawasan al-Qadih, Qatif, di bagian timur negara ini. Demikian dilaporkan situs News24 yang berbasis di Uni Emirat Arab, Minggu (31/5), berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Saudi.

Para tersangkan itu adalah 51 warga negara Saudi, sedangkan 6 lainnya adalah warga negara lain, yaitu tiga Yaman, satu Suriah, satu Mesir, dan satu lagi India. Satu hari pasca ledakan hanya satu orang yang ditangkap, sedangkan yang lain ditangkap setelah dilakukan penyelidikan pada hari ketiga dan keempat.

Kemendagri Saudi juga menyebutkan bahwa sejak awal tahun ini sampai sekarang telah ditangkap sebanyak 1059 orang tersangka dalam berbagai kasus aksi teror di negara ini, sementara jumlah orang yang ditangkap secara keseluruhan mencapai 3908 orang yang berasal dari 41 negara. Jumlah orang yang ditangkap pada tahun ini meningkat 27 persen.

Dalam dua pekan terakhir dua masjid milik warga muslim Syiah di Saudi  menjadi sasaran serangan bom bunuh diri, satu di Masjid Imam Ali di al-Qadih, mengakibatkan 22 orang terbunuh dan puluhan lainnya luka-luka pada Jumat 22 Mei, dan yang lain di Masjid Imam Husain di Dammam yang mengakibat empat orang terbunuh dan empat lainnya luka-luka pada Jumat 29 Mei.

Semua serangan ini dilakukan ketika warga muslim Syiah Saudi sedang menunaikan ibadah shalat Jumat. Pada kasus yang kedua, pelaku serangan datang dengan menyamar sebagai jamaah perempuan, namun belum sempat masuk ke dalam masjid karena terlebih dahulu dicurigai dan dihalangi oleh petugas keamanan  swadaya masyarakat setempat. Dia meledakkan diri ketika didekati oleh petugas.

Perempuan Diminta Tak ke Masjid

Situs berita Mir’at al-Bahrain (Bahrain Mirror) melaporkan bahwa menyusul kasus-kasus teror di Saudi tersebut para pengurus masjid-masjid di Bahrain meminta kepada jamaah perempuan tidak pergi ke masjid untuk sementara waktu hingga ada pemberitahuan selanjutnya.

Masjid al-Mu’min di Manama, ibu kota Bahrain, adalah masjid yang pertama kali mengeluarkan imbauan tersebut dan kemudian diikuti oleh masjid-masjid lain di negara yang mayoritas penduduknya menganut mazhab Syiah tersebut.

“Bagian jamaah perempuan di semua masjid ditutup, dan mereka sudah diimbau untuk tidak ke masjid,” ungkap pengurus Masjid al-Imam al-Shadiq di kawasan al-Diraz, Minggu (31/5). (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL