Riyadh, LiputanIslam.com –  Pihak berwenang Saudi menangkap sebelas pangeran karena  berunjuk rasa di ibu kota, Riyadh, dan memrotes kebijakan penghematan kerajaan.

Hal ini dilaporkan oleh kantor berita Saudi, SPA, Sabtu malam (6/1/2018) beberapa jam setelah laman Sabq yang berbasis di Saudi menyebutkan bahwa kesebelas pangeran tersebut menghilang setelah di Istana al-Hakem mereka melakukan aksi protes terhadap keputusan pemerintah membuat keluarga kerajaan menanggung sendiri pembayaran rekening tagihannya.

Setelah ditangkap, mereka dikirim ke sebuah fasilitas keamanan terkenal di selatan Riyadh, berbeda dengan puluhan tokoh papan atas lain yang ditahan di sebuah hotel mewah dengan dalih pemberantasan korupsi.

“Mereka ditangkap setelah mereka menolak meninggalkan istana dan dimasukkan ke dalam penjara al-Ha’ir untuk persiapan persidangan mereka,” ungkap SPA.

Pengamat Joseph Kechichian mengatakan, “Ke-11 orang itu secara resmi ditangkap karena mereka mengeluhkan fakta bahwa mereka telah meminta subsidi untuk air dan listrik, dan untuk beberapa alasan mereka ditolak.”

Dia menambahkan, “Laporan lain mengatakan bahwa sebenarnya mereka adalah sepupu seorang pangeran yang dieksekusi pada bulan Oktober 2016, dan mereka datang untuk membalas. Ini sangat berkonflik pada saat ini, kita tidak tahu persis apa yang sedang terjadi. ”

Arab Saudi baru-baru ini mencanangkan paket reformasi ekonomi, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dan penghentian pembayaran air dan listrik untuk anggota keluarga kerajaan.

Raja Salman, Sabtu, memutuskan pemberian serangkaian tunjangan keuangan untuk meringankan biaya hidup. Setiap pegawai pemerintah akan menerima bonus bulanan 1.000 riyal (US$ 267) untuk tahun depan, sementara personil militer yang bertugas di Yaman akan dibayar satu kali dari 5.000 riyal (US$ 1.330).

Siswa akan mendapatkan tambahan tunjangan sebesar 10 persen untuk tahun depan, sementara pensiunan dan penerima jaminan sosial akan mendapatkan gaji bulanan sebesar 500 riyal (US$ 133).

Tingkat pengangguran di Arab Saudi melampaui 12 persen tahun lalu akibat kondisi ekonomi yang terdampak oleh rendahnya harga minyak.

Putra Mahkota Mohammed Bin Salman telah mempelopori upaya untuk melakukan diversifikasi ekonomi yang selama ini bergantung pada minyak.

PPN, yang berlaku mulai 1 Januari berlaku untuk berbagai komoditas, termasuk makanan, pakaian, hiburan, elektronik, dan tagihan telepon, air dan listrik.(mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*