Sanaa, LiputanIslam.com –  Sumber militer Yaman menyatakan bahwa pasukan rudal negara ini telah melesatkan rudal balistik jarak menengah ke arah sebuah bandara internasional di provinsi Asir, Arab Saudi.

“Operasi ini terjadi sebagai balasan atas pembantaian terhadap (hadirin) majelis takziyah perempuan di Arhab, utara Sanaa,” ungkap sumber itu, , Rabu (15/2/2017).

Dia menambahkan bahwa rudal militer Yaman itu tepat mengena sasaran di Bandara Abha.

Serangan udara Saudi di distrik Arhab ini menyebabkan sedikitnya tujuh orang perempuan meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka, termasuk anak kecil.

“Serangan udara itu menyasar majelis takziyah khusus perempuan, dan sejauh ini tujuh jenazah telah dievakuasi dari reruntuhan bangunan, dan upaya evakuasi para syuhada masih berlanjut,” kata sumber lokal.

Dia menambahkan bahwa setelah pembantaian orang-orang tak berdosa ini jet-jet tempur Saudi masih terus melintas di angkasa setempat dan bahkan sempat menyerang mobil-mobil ambulan dan tim penyelamat.

Dalam peristiwa lain, tiga orang Yaman juga meninggal dan luka-luka terkena serangan Saudi di provinsi Jawf dan Sa’dah. Sumber lokal mengatakan bahwa dalam peristiwa ini pasukan udara Saudi membom pasar dan rumah-rumah penduduk.

Serangan udara terhadap majelis takziyah juga dilakukan oleh Saudi di Sanaa, ibu kota Yaman, menewaskan 140 orang, pada 8 Oktober 2016. Serangan ini mengundang kecaman internasional.

Semula Saudi membantah laporan bahwa ratusan orang itu meninggalkan karena serangan udara Saudi. Tapi setelah ada desakan internasiona, pada 15 Oktober Saudi mengakui telah melakukan serangan itu akibat adanya “informasi keliru”.

Kelompok peduli HAM terkemuka di dunia, Human Rights Watch menyebut serangan udara Saudi sebagai kejahatan perang. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL