السعودية تعلن هدنة إنسانية مشروطة باليمن تبدأ الثلاثاء المقبلParis, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri (menlu) Arab Saudi Adel al-Jubeir menyatakan negaranya sepakat menerapkan “gencatan senjata kemanusiaan” di Yaman dimulai sejak Selasa depan (12/5), tapi sebelum itu kota Sa’da akan dibumi hanguskan dulu hingga tak dapat dihuni lagi.

“Telah kami tetapkan bahwa gencatan senjata kemanusiaan akan dimulai pada Selasa 12 Mei pukul 23.00, dan akan berlanjut selama lima hari, dan bisa akan dilanjutkan lagi jika gencatan senjata itu berhasil,” kata al-Jubeir dalam konferensi pers bersama sejawatnya dari AS, John Kerry, di sela-sela pertemuan para menlu Dewan Kerjasama Teluk (GCC) di Paris, Jumat kemarin (9/5), seperti dikutip Yemennow dan el-Khabar.

Dia menjelaskan bahwa keberhasilan yang dimaksud ialah konsistensi Houthi dan sekutunya pada gencatan senjata.

“Gencatan senjata ini akan berakhir jika mereka tidak konsisten. Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kepedulian mereka kepada rakyat mereka dan kepada rakyat Yaman,” tuturnya.

Senada dengan ini John Kerry mengatakan bahwa gencatan senjata dapat diperpanjang, dan jika berjalan mulus maka “akan membuka pintu bagi kemungkinan perpanjangannya.”

Sebelumnya di hari yang sama TV-TV pendukung koalisi Arab Saudi, termasuk Alarabiya, al-Saudiyyah, dan Aljazeera memberitakan bahwa pesawat terbang Saudi sejak Jumat pagi telah menghujani kota Sa’dah dengan selebaran berisikan seruan supaya penduduk segera keluar dari kota ini secara total paling lambat sore hari Jumat pada saat matahari tenggelam karena kota ini akan digempur habis-habisan hingga rata dengan tanah dan tak dapat dihuni lagi.

Ancaman yang sama juga dilontarkan secara terbuka oleh juru bicara militer Arab Saudi Ahmad Assiri sehari sebelumnya.

Sa’dah adalah markas utama dan tempat kelompo Houthi berasal. Para pengamat memperkirakan bahwa ancaman itu akan dipenuhi oleh Saudi sebelum gencatan senjata dimulai sesuai waktu yang dijadwalkan.

Sementara itu,  sebagaimana ditayangkan secara oleh TV al-Masirah milik kelompok Houthi, rakyat Yaman kembali menggelar unjuk rasa akbar mengutuk serangan Saudi di Sanaa, ibu kota negara ini, Jumat kemarin. Dalam aksi itu mereka menegaskan bahwa rakyat Yaman tetap solid dan perlawanan mereka tidak akan dapat dilemahkan oleh gempuran Saudi dan sekutunya.

Seperti diketahui, sejak 26 Maret lalu Saudi dan sembilan negara sekutunya membmbardir Yaman dengan serangan udara bersandi “Badai Mematikan” dengan dalih memulihkan pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi yang tersingkir akibat revolusi rakyat Yaman yang dimotori oleh milisi Houthi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam laporan terbarunya Jumat kemarin menyatakan jumlah korban tewas di Yaman mencapai 1400 orang, sementara korban luka 6000 orang. (mm)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL