Riyadh, LiputanIslam.com –  Menteri Arab Saudi Urusan Teluk, Thamer al-Sabhan, menyebut duta besar baru Iran untuk Irak sebagai “penjahat perang buronan internasional.”

“Iran menunjuk penjahat perang dan buronan internasional sebagai dubesnya di Irak, dan meminta penutupan konsulat Saudi di Arbil, dan kami tidak mendengar komentar Irak apapun! Kedaulan hakiki yang menyeluruh,” tulis al-Sabhan di halaman Twitter-nya, Minggu (15/1/2017).

Iran menunjuk penasehat komandan Brigade al-Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Iraj Masjidi sebagai dubes barunya, Kamis pekan lalu, menggantikan Hassan Danaifar yang juga berasal dari IRGC.

Thamer al-Sabhan juga pernah beberapa lama menjadi dubes Saudi untuk Irak. Saat itu Kemlu Irak meminta Kemlu Saudi pada Agustus 2016 supaya mengganti al-Sabhan dengan orang lain, menyusul pernyataan kontroversial al-Sabhan yang dinilai oleh Baghdad sebagai campurtangan dalam urusan internal Irak.

Sebelum itu, al-Sabhan mengklaim bahwa “antek-antek Iran” berada di balik upaya pembunuhan terhadapnya selama dia berada di Irak.

Saudi kembali membuka Kedubesnya untuk Irak di Baghdad pada 1 Desember 2015 setelah 25 tahun hubungan diplomatiknya dengan Irak terputus, yaitu sejak Riyadh menutup kedubesnya di Baghdad sebagai reaksi protes atas invasi militer Irak di era rezim mendiang Saddam Hossein ke Kuwait pada tahun 1990. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL