Doha, LiputanIslam.com –  Jaringan berita TV Al-Jazeera, Jumat (24/6/2017), menyatakan bahwa segala upaya untuk menutup TV berbasis satelit ini tak ubahnya dengan upaya “membungkam media yang bebas.” Hal ini dinyatakan Al-Jazeera setelah sejumlah negara yang belakangan memusuhi Qatar menyampaikan desakannya supaya pemerintah Doha menutup channel ini.

Al-Jazeera menyatakan, “Kami yakin bahwa permintaan  baru ini tak lain merupakan upaya sia-sia untuk membungkam media yang bebas dan obyektif di kawasan. Kami di channel Al-Jazeera menegaskan hak kami dalam menjalankan kegiatan kami dengan sepenuhnya profesional dan bebas tanpa ada batasan dari pemerintah atau pihak manapun.”

Sebelumnya, channel Al-Jazeera dan Al-Arabiya melaporkan bahwa Kuwait telah menyerahkan daftar permintaan Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir yang telah memutuskan hubungan dengan Qatar belakangan ini.

Al-Arabiya yang berbasis di Dubai, UEA, mengutip keterangan sumbernya bahwa empat negara yang memusuhi Qatar itu telah menyiapkan daftar permintaan yang harus dipenuhi Qatar untuk meredakan krisis. Channel ini mengutip pernyataan Menlu UEA Anwar Gharghas mengenai permintaan bahwa Qatar harus berhenti mendukung teroris dan orang-orang yang menjadi “buronan internasional dan regional.”

Associated Press mengaku telah menerima daftar itu yang isinya antara lain permintaan kepada Qatar supaya menutup Al-Jazeera, menghentikan hubungan diplomatik dengan Iran, dan menutup pangkalan militer Turki di Qatar serta menyudahi kerjasamanya dengan Turki.

Dilaporkan bahwa permintaan itu terdiri atas belasan poin di mana persoalan hubungan Qatar dengan Iran menempati poin pertama yang menuntut;

“Pengumuman Qatar secara resmi atas penurunan taraf perwakilan diplomatiknya dengan Iran,  penutupan atase; keluarnya anasir Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) atau orang-orang yang terkait dengannya dari wilayah Qatar; dan dalam kerjasama dagang dengan Iran cukup pada hal-hal yang tidak menyalahi sanksi internasional dan Amerika Serikat terhadal Iran serta tidak menyalahi keamanan Dewan Kerjasama Teluk (GCC); dan pemutusan segala bentuk kerjasama militer atau intelijen dengan Iran.”

Belum ada laporan mengenai komentar pemerintah Qatar atas permintaan itu, sementara Saudi dan kelompoknya memberi tenggat waktu 10 hari untuk merespon permintaan tersebut. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL