Teheran, LiputanIslam.com –  Kabar mengenai pernyataan Menteri Dalam Negeri Irak Qasim Al-Araji bahwa Putera Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman telah mengajukan permohonan resmi kepadanya supaya Irak menengahi hubungan Saudi dengan Iran mengundang perhatian banyak pihak sehingga menjadi headline beberapa media dunia.

Laman berita RT melaporkan bahwa al-Araji telah meminta otoritas Saudi  menghormati jemaah haji Iran antara lain dengan memperkenankan mereka berziarah ke Makam Baqi, demi membantu mencairkan hubungan Riyadh dengan Teheran.

Menanggapi pernyataan al-Araji tersebut, Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli mengatakan bahwa pihak yang memutus hubungan negaranya dengan Saudi bukanlah Teheran, melainkan Riyadh sendiri.

“Bukan kami yang memutuskan hubungan kami dengan Saudi,” katanya.

Menurut al-Araji, Iran menanggapi positif permintaan Saudi tersebut, dan Saudipun berjanji juga akan memberikan respon positif terhadap persyaratan Iran.

(Baca:Saudi Minta Irak Jadi Mediator untuk Mengurangi Konflik dengan Iran)

Kabar tersebut juga dilansir oleh beberapa media lain termasuk Sputnik milik Rusia, Al-Jazeera milik Qatar, kantor berita Jerman DPA, Ray al-Youm yang berbasis di Inggris, al-Youm7 yang berbasis di Mesir, kanal berita Irak al-Iraqiya, kantor berita Kurdi Rudaw.

Seperti telah diberitakan, al-Araji dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Iran, Abdolreza Rahmani Fazli, Ahad lalu (13/8/2017), mengatakan, “Putra mahkota Saudi secara resmi meminta saya agar Irak menjadi mediator untuk menangani ketegangan Saudi-Iran.”

Al-Araji bahkan mengatakan bahwa permintaan serupa juga disampaikan Raja Salman. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL