NewYork, LiputanIslam.com –  Wakil Tetap Arab Saudi untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Abdullah  Al-Mouallimi menyatakan negaranya menolak laporan PBB mengenai pembunuhan anak-anak kecil Yaman, dan menyebut informasi yang ada dalam laporan itu “menyesatkan dan tidak akurat.”

Dalam jumpa pers di kantor PBB di New York, Jumat (6/10/2017), Al-Mouallimi mengatakan  bahwa koalisi Arab pimpin Saudi selama ini sangat berhati-hati demi menghindari jatuhnya korban sipil dalam melancarkan serangan ke Yaman.

Dia menambahkan bahwa pasukan koalisi ini juga tidak menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman. Dia balik menuding musuh Saudi di Yaman, Houthi (Ansarullah), sebagai pihak yang berusaha menghalangi bantuan itu serta melakukan serangan-serangan yang menyebabkan jatuhnya korban sipil.

“Kami bertekad menghormati undang-undang perang dan perlindungan anak kecil, dan kami membentuk satuan khusus untuk melindungi anak kecil dalam perang,” katanya.

Sebelumnya, PBB mencatumkan koalisi Arab pimpinan Saudi maupun Houthi dalam daftar hitam pihak-pihak yang bertanggungjawab atas terbunuhnya anak-anak kecil Yaman.

Sekjen PBB, António Guterres, dalam laporannya kepada Dewan Keamanan PBB mengatakan bahwa langkah ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa operasi militer pasukan koalisi Arab dan Houthi selama tahun 2016 telah menjatuhkan korban tewas dan luka sekira 11000 anak kecil Yaman.

Guterres merinci bahwa pada tahun lalu sebanyak 502 anak terbunuh dan 838 lainnya terluka akibat perang di Yaman. Menurutnya, koalisi pimpinan Saudi bertanggungjawab atas tewas dan lukanya 683 anak, sedangkan Houthi bertanggungjawab atas tewas dan lukanya 414 anak. Adapun sisanya adalah tanggungjawab pihak-pihak lain yang juga terlibat dalam perang. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL