korban serangan saudi ke yamanSanaa, LiputanIslam.com –   Memasuki hari ketiga masa gencatan senjata, Sanaa, ibu kota Yaman, kembali menjadi ajang pembantaian massal pasukan udara Arab Saudi terhadap warga Yaman, Senin (13/7).

Alalam melaporkan serangan udara Saudi pada hari itu ke Sanaa menewaskan 25 orang, melukai 50 warga lainnya yang sebagian besar anak kecil dan kaum perempuan, dan menghancurkan rumah-rumah hingga runtuh dan menimpa penghuninya.

Beberapa provinsi Yaman juga dihujani bom oleh pasukan udara Saudi.

Sumber keamanan Yaman menyatakan serangan udara Saudi menerjang rumah-rumah serta properti publik dan privat di beberapa kawasan hingga menimbulkan banyak kerugian pada fasilitas infrastruktur dan tempat tinggal penduduk.

Reporter Alalam melaporkan tiga orang tewas dan 10 lainnya luka-luka akibat serangan Saudi terhadap pabrik semen di provinsi Amran.

Departemen Kesehatan Yaman menyatakan layanan kesehatan terhenti di 11 provinsi Yaman akibat serangan dan blokade Saudi. Dia menjelaskan layanan itu terhenti akibat kelangkaan peralatan dan obat-obatan serta kepergian sebagian besar tenaga medis asing. Karena itu dia menyerukan kepada semua lembaga peduli kemanusiaan internasional supaya segera bergerak menyelamatkan jutaan warga Yaman.

Ketua Dewan Politik Ansarullah (Houthi), Shaleh al-Samad, menyatakan masyarakat internasional bertanggungjawab menghentikan agresi dan blokade Saudi terhadap Yaman. Menurutnya, pelanggaran Saudi terhadap gencatan senjata kemanusiaan telah memojokkan posisi masyarakat internasional.

Dia juga menyerukan kepada rakyat Yaman supaya lebih gigih bergerak bersama tentara dan komite revolusi Yaman untuk memasuki “tahap-tahap yang lebih menyakitkan bagi agresor Saudi.”

Sementara itu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menilai kegagalan upaya diplomatik Yaman dan berlanjutnya krisis di negara ini akan berdampak pada meluasnya bahaya terorisme dan menguntung kelompok-kelompok teroris semisal al-Qaeda di Yaman.

Sebagaimana dilaporkan Ababil Net, Senin (13/7), dalam pertemuan dengan wakil presiden pelarian Yaman Khaled Bahah di Kairo, ibu kota Mesir, el-Sisi menekan keharusan menuntaskan dialog antarfaksi Yaman di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Saudi dan sembilan negara sekutunya melancarkan serangan udara ke Yaman sejak 26 Maret lalu dengan alasan demi membela pemerintahan sekutunya, Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang tersingkir oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL